Posts

Showing posts from August, 2015

Love is trust

Hidup bukanlah selalu tentang cinta. Hidup adalah proses menuju kedewasaan yang membawa perubahan besar dalam masa depan yang gemilang ! Cinta.. Cinta.. Cinta. Kata sederhana yang berjuta makna. Tidak semua orang dapat merasakannya. Lalu? Apakah harus ada alasan ketika kita mencintai sesuatu? Cinta bukanlah sebuah alasan. Cinta adalah satu rasa dimana titik bahagianya hidup berada ketika kita mengerjakan sesuatu yang kita sukai. Berjuta makna yang tidak dapat di ungkapkan dengan kata-kata. Tidak ada alasan yang konkrit mengenai cinta. Karena cinta adalah random. Tidak jelas. Selalu berubah-ubah. Cinta adalah merelakan. Karena cinta adalah mengerti, bahwa ada hal-hal yang tidak harus dipaksakan dalam cinta, Memiliki misalnya. Hanya terkadang, ego dalam diri menguasai semua hal hingga cinta adalah alasan mengapa rasa sakit itu ada. Sebuah keyakinan dalam diri bahwa cinta adalah satu. Satu rasa ketika bahagia adalah bersama. Tidak ada hal-hal yang membuat rapuh. Rasa sakit past...

Shave for hope

"Fundraising buat semua anak anak penderita kanker yang terpaksa botak karena kemoterapi" Tulis seseorang bernama adit di akun pribadi miliknya. Sederhana, tapi buatku itu menyentuh. Kanker. Sebuah penyakit mematikan yang hingga saat ini belum di temukan penawar selain kemoterapi dan keajaiban tuhan. Pernah tidak kalian berfikir bagaimana rasanya sakit itu? Bagaimana rasanya menjadi pura-pura kuat diantara segala sakit yang berada dalam tubuhnya? Bagaimana rasanya tersenyum palsu disaat menahan sakit hanya karena ingin menunjukan bahwa ia kuat? Bagaimana rasanya ingin hidup bebas seperti layaknya anak anak lain yang bermain tanpa harus menjalankan kemoterapi yang sangat menyakitkan? Pernahkah kalian bayangkan sebelumnya? Hidup adalah takdir yang harus di jalani. Bukan berarti pasrah, hanya saja memang hidup adalah menjalankan. Meneruskan yang benar, meluruskan yang salah. Adilkah hidup ini? Disaat anak anak kecil yang seharusnya bahagia atas hidupnya tetapi takdir men...

About the story that never ended

"all about us, sonic cs. even though we are no longer together, but not with our story. " Kita memilih jalan yang berbeda, dengan satu tujuan, menggapai mimpi, menuju kesuksesan. Meski kita tidak berjalan bersamaan, namun kita pernah di satukan, dalam ikatan cinta dengan persahabatan. Mungkin jiwa kita berbeda ketika bertemu lagi nanti, tapi tidak dengan cerita kita. Kenangan itu masih sama, dan tidak akan pernah berubah. Jika saja kita saling melupakan, maka ingatlah bahwa cerita itu tetap akan ada. Tifak akan berubah, karena kenangan adalah hal yang hanya mampu di kenang. Canda tawa pernah menghiasi setiap cerita kehidupan putih abu abu kita. Bersama meraih kesuksesan Untuk sebuah mimpi yang di cita-citakan. Air mata pernah jatuh diantara kebersamaan kita, tentang hal ajaib dalam bangku sekolah menengah atas demi tercapainya segala mimpi yang sempat terhenti. Lucu, kita sangatlah ajaib. Kita berteman, kita saling menguatkan, kita bermusuhan, kita saling menjatuhk...

The friends is a reason happiness

"Tawa rasa hanya terasa ketika kita bersama Bercerita tentang asa yang pernah terbayangkan Meski tidak selalu tersampaikan Kita percaya bahwa tuhan mendengar segalanya.. Bahagia adalah sederhana ketika kita bersama Bercanda tawa hingga terkadang menangis haru Semua tak lagi sama ketika kita saling melupakan Untuknya, bergenggam lebih kuat !" Bahagia itu sederhana. Benar-benar hanya sederhana, tidak perlu bepergian dengan seorang kekasih, dengan sahabat bahkan segalanya terasa lebih menyenangkan. Kita tidak perlu merubah diri, hanya perlu bergaya apa adanya. Bersama sahabat, kita main bersama, bercanda bersama, bukan layaknya "jaim" ketika bersama kekasih. Hidup terlalu singkat jika kita hanya memikirkan cinta. Biarlah cinta datang ketika tepat pada waktunya, tidak perlu di cari, tidak perlu ditunggu. Berawal dari kebersamaan terakhir kita tadi. Aku tidak yakin kita masih bisa merasakan hangatnya bahagia itu. Kita telah berbeda, masing-masing dari kita ber...

Jeritan tertahan (lagi)

"Baru malam tadi rasanya merasakan kehangatan itu, kini telah hilang" Pertengkaran itu selalu terjadi dan ntah hingga kapan akan selalu terjadi. Masalah sederhana, namun begitu rumit. Hingga kapan pa? Hingga kapan ma? Aku ada disini di sisi kalian.. Aku tidak habia fikir bagaimana jadinya jika nanti aku pergi untuk meneruskan studiku. Tidak ada lagi penengah diantara kalian. Aku bimbang.. Apa aku harus bertahan di situasi tidak mengenakan ini? Aku tidak pernah berkomentar, karena aku tau, bicarapun tidak akan di dengar. Semua larut dalam ego masing-masing. Lupa akan buah hati yang menatap nanar pertengkaran di depannya, lupa akan hati yang tiap kali pertengkaran itu ada teriris demi sedikit dengan dalam. Sakit. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Karena aku sadar, aku telah cukup memberatkan hidup kalian. Aku hanya diam. Berbicara dalam hati, sendiri. Tidak ada yang tahu. Hanya aku dan tuhan. Allah disisi ku yang mengetahui semuanya. Jeritan tertahan dalam hatiku. Maafkan anak...

Quotes dan tulisan hari ini

"Lama tidak bersapa mengundang rasa beda ketika harus bertatap" Quotes hari ini.. Cakrawala selalu indah, bahkan ketika malam sekalipun. Gelap menghadirkan cerita, langit menjadi naungan paling tinggi dalam mengumpulkan segala cerita sederhana. Angin meniup aroma rasa bergantian dalam kehidupan. Matahari menjadi satu-satunya cahaya kehidupan yang tidak pernah tergantikan. Pelangi, hadir membawa warna bagi kehidupan segala yang menatap kelamnya hidup. Cukup menjadi aneh hari ini, tidak akan ku teruskan. Karena bahkan aku tidak mengerti apa yang aku tulis, tangan ini begitu saja bergerak membuat syair sederhana dari hati. Perpisahan bukankah hal menyedihkan (?) hanya saja kita mengerti rasa "kehilangan" dari sebuah perpisahan. Pertemuan juga bukan alasan menjadi salah ketika kita mengetahui akan ada perpisahan setelah pertemuan. *Omong kosong apa ini* Malam ini sepertinya begitu hangat, hingga aku terlalu nyaman menulis. Tidak perduli bahkan seekor nyamuk yan...

Menjadi setia, sesulit itukah (?)

Lagi-lagi tangan ini membawa sadarku menempati tempat terindah untuk segala curahanku. Ia begitu pengertian, baik.. Mungkin memang jalannya harus seperti itu. Malam begitu hening ketika baru sesaat aku mencoba memejamkan mata. Ada yang berbeda malam itu, terdengar dering dari ponsel di sebelahku yang selalu menemani tidur malamku. Ntah apa yang ada difikiranku kala itu. Aku menggagalkan rencana tidurku. Jam menunjukan pukul 11 malam. Semua orang di rumah sudah tidur. Hanya aku yang masih menatap layar ponsel di depanku. "Akang suka nabil" Pesan singkat terisikan kalimat sederhana yang menyayat hati. Lalu? Kenapa tersayat? Lelaki itu salah menurutku. Salah, hingga akupun tak mengerti apa yang ada di fikirannya. Haruskah ia mengatakan itu? Mengatakan sesuatu yang fatal yang tidak benar2 boleh di katakan pada  seseorang lain disaat ia memiliki kekasih. Aku tidak mengatakan ia bodoh. Aku hanya memastikan bahwa semua ini salah. Ku pejamkan mata berkali kali. Kalimat itu t...