Malam dengan rindu untukmu (lagi)
"Kita adalah rasa yang tepat di waktu yang salah"--Fiersa besari. Sederhana, tapi bermakna. Maaf, mungkin kamu bukan lagi kunamai sebagai tempat aku pulang. Hanya saja, hati ini masih menaruh harap untukmu. Kau tahu, aku saja sudah berusaha melupakanmu, hanya saja takdir menyuruhku tetap diam, di dalam rasa bersalah yang semakin mendalam. Iya, ini "serba salah" katamu. Aku juga, ku harap kau baca. Sungguh, malam ini benar-benar sangat menyakitkan. Aku hanya baru mengetahui tentang segala hal yang kamu rasa, mengenai aku. Ku harap itu salah, hanya aku yang terlalu terbawa perasaan. Tapi, ku rasa itu benar, dan kau yang salah. Salah karena masih mengaggapku ada. Aku memang ada, disini. Tapi sudah dimiliki orang lain, dan kamu? Aku bisa apa? Aku rindu tapi aku ragu. Aku sayang tapi aku takut. Aku mencintaimu, tanpa tapi. Aku tidak pernah menjadikanmu sebagai sebuah pilihan, untuk itu kamu bukan yang terpilih. Karena, kamu ada di urutan pertama, namun aku...