Sebelum usia 23
Pada malam yang terasa kian panjang— sehabis hujan sejak sore tadi. Aku menemukan kesedihan yang tak kunjung reda meski langit telah berhenti menangis sejak tadi. Ku kira, semesta menemaniku untuk menikmati perasaan ini, ternyata, lagi-lagi aku hanya sendirian. Menikmati isi kepala yang semakin menggerogoti rasa percaya pada hidup yang katanya akan indah pada waktunya jika kita menjalaninya dengan baik-baik saja. Seperti dinginnya malam sehabis hujan, aku mencari hangatnya kasih dari yang tersayang. Aku meraba-raba perasaan tenang dari setiap lekuk wajahnya, mencari-cari perasaan teduh dari tatapan matanya. Aku tidak menemukannya sebab ia telah lebih dulu pamit. Aku menyiksa perasaan sendirian, dengan pikiran-pikiran yang tak bisa kukendalikan sendiri. Sampai hujan kembali turun saat aku menulis ini, perasaan tidak tahu harus berlaku seperti apalagi masih menjadi pertanyaan dalam benakku. Apakah menjadi jahat adalah jawabannya? Manusia seringkali bersimpuh pada tanah, memohon pad...