Garis, cerita, dan takdir
Saat rindu ini kembali hadir. Menulis, aku merindumu. Terlalu sulit menemukan waktu untuk sekedar menulis. Maaf jika jarang ku temui, aku tak menjumpai kebahagiaan tanpa "tulisan". Sedikit bercerita.. Lama kita tidak berjumpa semenjak terakhir kali kita bertemu beberapa bulan lalu, bahkan kini aku tidak lagi mengingatnya waktu-nya. Yang aku tahu, kita masih bersahabat. Kita masih berteman baik untuk hanya sekedar menanyakan kabar. Aku memang telah menyudahinya. Segala rasa yang aku simpan selama lima tahun, untukmu. Namun, berteman bukanlah alasan untuk tetap dekat denganmu, aku hanya tidak ingin mempunyai musuh. Kita tidak saling mengetahui. Kita hanya angin yang tertiup dan ketika bertemu tidak pernah bersatu. Ketika rasa itu menjadi abu, akankah cerita kita menjadi hitam? Bukankah putih lebih menenangkan? Lalu kenapa harus ada hitam jika putih menyenangkan? Jalan kita memang belum menuju akhir, segalanya akan indah dan aku mempercayainya. Bukankah mudah jika hanya men...