Posts

Showing posts from August, 2017

Surat Untuk Si Starla

Aku tidak tahu apakah ini cara yang tepat untuk menuliskan-nya. Tapi ada banyak hal yang ingin ku simpan sendiri tapi tidak bisa ku sembunyikan selamanya. Aku tidak tahu apakah ini bisa disebut cinta? Setiap hari kamu mengatakan-nya. Aku juga. Tapi aku tidak benar-benar paham apa ini benar bisa disebut cinta? Kadang, orang yang kita sukai bukanlah orang yang kita butuhkan. Atau sebaliknya, kadang orang yang kita butuhkan bukanlah orang yang kita sukai. Kau tahu? Diam-diam aku senang memperhatikan wajahmu. Aku melihat banyak makna disetiap lingkar wajah itu. Ada banyak lelah tergambar disana, tapi aku kembali baik-baik saja setelah melihat wajah itu tersenyum untuk-ku. Mata coklat yang tidak pernah kutemukan pada yang lain. Kamu bangga dengan itu bukan? Iya kamu benar, itu indah. Aku selalu merasa senang ketika melihatnya. Tapi aku tahu, bukan hanya aku yang sesungguhnya ada di mata itu, ada seseorang lain yang masih kau simpan dalam mata itu, aku tidak ingin tahu ...

Aku tidak merindumu !

Ah tidak, saya tidak sedang ingin merindu-nya. Biar ku tepis meski susah, aku payah dalam hal menyembunyikan luka. Pertemuan hari ini, biarlah cukup sampai disini. Aku harus mengubur dalam-dalam rasa yang pernah ada untukmu. Itu tidak mudah, aku tahu tapi aku harus kuat. Bertahan tidak membuat hatiku menjadi sembuh sempurna, akan ada luka yang mungkin akan kamu tambah hingga benar-benar tak bisa disembuhkan lagi. Tapi meninggalkanmu juga bukanlah sebuah pilihan yang aku ambil karena terbaik, ternyata melupakanmu tidak semudah itu, aku hanya berbicara aku mampu, tapi ternyata aku payah. Maaf jika aku masih sering merindu-mu. Kau tahu, tempat paling nyaman untukku adalah dalam pelukmu. Bahumu terlalu nyaman untukku berpindah mencari bahu lelaki lain, aku pasti akan merindukan-nya. Aku tahu, aku telah memutuskan pergi meninggalkanmu, aku hanya harus merelakanmu menemukan kebahagiaanmu yang baru-- tanpa aku. Selamat menikmati bahagiamu, meski bukan aku lagi yang berada didep...

Selamat Menikmati Ego-mu ( Tanpa Ada Aku Lagi)

Tentang siapa yang mencintai lebih dulu, atau siapa yang memutuskan untuk tidak mencintai lagi lebih dulu, kurasa itu bukanlah sebuah takdir. Tetapi tentang kehilangan. Aku lupa bagaimana caranya kamu berbicara kata cinta, sebab yang lebih sering kau bagi adalah luka. Dahulu, aku tidak pernah mengerti mengapa orang-orang bisa jatuh cinta berkali-kali pada satu orang yang sama, ternyata menyenangkan—pada awalnya. Namun, ketika kehilangan itu juga mematikan. Awal memang selalu lebih manis dari perjalanan menuju akhir. Aku benci kata akhir, sebab itu berarti akan selesai—atau akan ditinggalkan.  Beberapa hal yang selalu aku takuti tentang kehilangan adalah masa-masa yang akan kulalui kedepannya tanpa dia—dengan semua kenangannya. Hal paling sulit dari jatuh cinta adalah bahwa kita seharusnya sudah paham, ketika memulai memutuskan untuk mencintai, maka harus siap dengan resiko kehilangan. Memang rasa cinta bisa dibagi dengan orang yang berbeda pada waktu ...