Posts

Showing posts from March, 2017

Tentang 'mimpi'

Pernah ada yang menyinggung soal mimpi Katanya.. “apa mimpimu?” Sangat sederhana, jawabku. Melihat langit yang luas sejauh mata memandang, dengan mata kaki yang tergerus ombak yang datang dan pergi, juga angin yang menerpa wajah hingga membuat selalu ingin tersenyum. Ada yang kembali bertanya.. “kamu ingin ke pantai?” Bukan hanya kesana, tapi ingin tinggal di dalamnya. Menakjubkan bukan? Sungguh mimpi yang benar-benar hanya akan menjadi mimpi. Bagaimana caranya aku bisa tinggal disana, sedangkan aku bukanlah seekor ikan atau seorang putru duyung. Bukan itu sebenarnya. Maksudnya, hanya saja aku ingin setiap kala aku membutuhkannya aku dengan mudah berada disana. Ingin tinggal hanya sebuah pengharapan bahwa aku begitu menyukainya, pantai. Ia selalu menakjubkan untuk dinikmati, selalu indah untuk dikunjungi, apalagi denganmu. Banyak hal-hal di dunia ini dimana ketika kita menganggapnya luar biasa ternyata tidak sebegitu menakjubkan untuk dinikmati. Aku ingin perg...

'Pemikir' atau 'pendengar' ?

Jangan membuat zona nyaman sendiri. Menjadi ‘pemikir’ itu harus. Berpikir pada hal-hal sepele, jangan menyepelekan. Hidup bukanlah untuk merenung, melainkan menjadi “pemikir”. Sulit ya? Tidak sih. Bagaimana manusia bertahan hidup? BERNAPAS. Klise. Manusia tidak akan hidup dengan tanpa berpikir. Lalu, perlukah menganalisa sesuatu? Sangat diperlukan, tapi bukan untuk diperdebatkan. Perihal menjadi ‘pemikir’, tentu setiap manusia didunia ini berbeda karakter dan memiliki pandangan yang berbeda terhadap penilaian suatu hal, tentu bagaimana dari sudut pandang menganalisa. Mengapa tidak perlu diperdebatkan? Karena setiap “pemikir” merasa bahwa seluruh analisa-nya adalah hampir benar. Apapun, pasti menjadi perdebatan yang tidak kunjung menemukan akhir. Jangan berpikir terlalu keras, manusia memiliki rasa lelah yang sensitif. Menjadi ‘pemikir’ berarti hidup. Tidak berpikir bukan berarti tidak bernapas. Berpikir berdasarkan pengalaman atau pengamatan. Jangan berpikir berdasar...

Perdebatan masa lalu

Setiap manusia memiliki masa lalunya masing-masing. Ntah berupa hal baik, atau hal buruk sekalipun. Terpenting, masa lalu adalah kenangan yang dipilih untuk dilewati, maka.. hiduplah untuk masa depanmu. Mencintai seseorang bukan berarti menuntut untuk melupakan masa lalunya. Masa lalu ada, sebagai cerita bahwa dulu pernah ada masa-masa seperti itu. Biar lembaran baru yang menutupnya. Terkadang, manusia bukan tidak ingin menceritakan masa lalunya, hanya saja.. menjaga perasaan orang baru lebih penting daripada harus membuka lembaran lalu dan mengingatnya kembali. Sekali lagi, masa lalu adalah suatu hal yang telah dipilih untuk ditinggalkan. Karena, jika kita tidak memilih meninggalkan, maka kita tidak akan pernah bertemu dengan orang baru. Lalu, untuk apa melepas orang baru demi kembali dengan masa lalu yang pernah dipilh untuk berlalu? Jangan lupakan masa lalu, tapi jangan pernah berniat untuk kembali. Seseorang pernah berkata "liat dia gimana ke kamu, jangan liat orang...