Tentang Hujan, Dia, dan Cinta Yang Utuh
Katanya, setiap bahagia itu nyata ; pada cinta. Rupanya, itu hanya sekedar kata-kata. Aku belum pernah merasakan kebahagiaan yang nyata dari cinta. Sebagian besar hanya kumiliki disaat-saat pertama. Setelahnya, aku kembali menemukan kehilangan. Lalu, apa lagi yang kutemui pada kehilangan ; cinta yang lain. Jujur saja, aku lebih menyukai menggunakan waktu-ku untuk menikmati hujan yang selalu turun meski ia tahu bagaimana rasanya jatuh berkali-kali, daripada aku harus menikmati setiap detik dengan memaksakan cinta yang tidak selalu kudapatkan dengan utuh. Aku penasaran, bagaimana cinta bekerja. Sebenarnya yang selama ini kujalani bukanlah tetap dalam kesendirian? Cinta ada bukan untuk menguatkan, melainkan membuat luka baru pada perjalanannya. Detik demi detik kulalui dengan payah. Aku menghabiskan waktu dengan mencintai orang yang salah. Waktu tidak akan pernah tepat bagi siapapun yang tidak ingin memulai. Selama ini, aku hanya menghind...