Tentang Malang Kala Itu..

Tulisan pertama di Tahun ini.
Di Tahun 2018 masih dengan mengenai kenangan di Tahun 2017.
Ini tentang sebuah perjalanan.

Aku rindu, menemuinya.


Malang.

Sebuah kisah terukir disana.
Dahulu, sebelum memutuskan untuk pergi mengunjungi berbagai apel disana, ada seseorang yang menangisi kepergianku.
Ia membuatku berjanji bahwa aku akan pulang dengan baik-baik saja seperti saat aku pamit untuk menjauhinya.
Aku menepati janjiku kala itu. Aku pulang dengan baik dan kembali ke rumahku sebagai tempatku pulang, pelukmu.

Malang.

Menghadirkan cerita bahagia.

Sebuah perjalanan menemukan cerita menarik dalam setiap detik disana.
Setiap harinya, disuguhkan dengan tentram nya suasana dalam perumahan pinggir kota yang masih sejuk hingga sempat terpikirkan tidak ingin pulang, bukan tidak ingin menemuimu, aku hanya ingin disana. Mengajakmu, dan tinggal bersamamu.
Kenyataannya, akhir dari perjalanan ke malang adalah duka.
Tersirat kabar bahwa sanak saudara di panggil Tuhan.
Dengan berat hati, antara berduka karena mendengar kabar itu, atau bersedih karena harus segera meninggalkan kota itu, akhirnya aku benar-benar meninggalkan Malang.

Beberapa hari disana, aku menemukan banyak hal.
Bahwa setiap pertemuan tidaklah selalu berakhir manis.
Akan ada saat dimana sebuah pertemuan berbanding lurus dengan perpisahan.

Aku senang, pernah mengunjungi Malang, juga mengenalmu.

Aku senang, pernah menginjakkan kaki disana meski akhirnya harus kembali pulang.

Aku tidak senang, pernah bersamamu lalu akhirnya kamu tinggalkan.

Comments

Popular posts from this blog

Jetcoaster 'Hidup'

Sebelum usia 23

Semesta Untuk Jingga