Posts

Showing posts from October, 2016

Cinta Datang Terlambat

Masa lalu yg belum selesai akan selalu mencari jalan kembali. Ntah itu cinta.. atau benci. Kali ini, tentang cinta yang belum usai. “Berjuta bintang terindah namun hanya kamu yang paling bersinar dihatiku, kembalilah kepadaku” Ternyata, rasa itu masih ada. Aku masih saja seperti dahulu, mudah mencintai, tapi sulit melupakan. Rindu itu masih disini, tertinggal jauh kebelakang. Tertutup cinta yang palsu. Aku tahu, ini salah. Bahwa aku masih mencintaimu ketika aku masih menjadi milik seseorang lain. Bukan aku yang mau, karena kita tidak akan pernah tahu kepada siapa hati akan berlabuh. Dan, hati ini memilihmu. Kau tahu? Paling sulit adalah mencintai tapi palsu. Tapi lebih sakit adalah menahan rindu. Selalu begitu, aku begitu sulit pergi. Tapi tidak bisa tetap tinggal. Jadi apa pilihannya? Cinta selalu rumit, bagai phytagoras. Menjadi teman, akankah cukup untukku? Kurasa tidak. Aku terlalu merasa bahwa aku ingin memilikimu. Disini, yang rumit bukan hanya perihal te...

Sebuah penguraian benang kusut kehidupan ( akhir dari sebuah pelayaran?)

Dalam hidup,  kita tidak pernah tahu akan seperti apa akhirnya. Perjalanan sebuah kehidupan yang bahkan untuk menjalaninya saja kita butuh pemikiran yang matang untuk mengambil sebuah keputusan, pada pilihan. Tidak selamanya yang tersenyun itu selalu bahagia. Ada hal-hal dimana seseorang punya caranya sendiri untuk menutupi masalahnya. Hidup hanyalah tentang proses berfikir, proses memilih, dan proses bertahan pada pilihan tersebut. Kita diciptakan bukan untuk menangisi kepergian, tapi menahan agar selalu dapat bersama-sama. Ada sebuah cerita, tentang gadis kecil yang selalu menyimpan semua masalahnya sendirian. Dia bukan tidak ingin orang lain mengetahui masalah hidupnya, tapi ia hanya tidak tahu caranya bercerita untuk hanya berbagi kisah hidup maupun masalah yang di hadapinya. Banyak senyum palsu yang ia tampilkan hanya untuk terlihat bahagia. Bukan itu, dia hanya tidak ingin orang lain peduli, dia hanya ingin sendiri, menyimpan sendiri, lalu melupakannya sendiri. Karen...