Berteman Saja?

Kedua kalinya, atau akan ada kesekian kalinya lagi?

Lagu milik Meghan Trainor dengan Just A Friend To You kubiarkan menemani setiap kata yang kurangkai disini. Lampu sengaja kumatikan, agar aku tidak terlihat menyedihkan saat menulis ini.

Bagaimana rasanya kembali mencintai seseorang yang dahulu pernah begitu ingin dimiliki?
Aku percaya, kesempatan itu masih tercipta untuk kita. Tapi, aku tidak menginginkan akhir yang sama. Bisa kita mengakhiri nya dengan sebuah komitmen untuk saling menjaga? Ataukah sulit ; mengutarakan (Aku juga).

Tentang perjalanan kemarin.
Aku akhirnya menyadari bahwa sebenarnya mungkin yang membuatmu tidak ingin memulai adalah tersirat pemikiran bahwa ; aku akan kembali memilih yang lain.
Kali ini, ku beritahu. Aku ingin memilikimu.

Hanya saja, aku melihat masih terlalu tebal rasa ragu dalam hatimu.
Aku mungkin tidak sebaik mereka yang pernah mendampingimu.
Aku bukanlah mereka yang memilikimu untuk menjadikanmu seperti yang mereka mau.
Aku akan menerima apapun, membuatnya menjadi mudah ; dan yang terpenting kali ini tidak ada seseorang yang lain.

Aku belum bisa sepenuhnya menebak apa isi hatimu masih ada aku.
Seperti yang ku bilang, aku tahu kamu hanya sedang meragu.

Aku ingin menulis puisi-puisi untukmu. Sekaligus mengutarakan sedikit maksudku untuk ingin memilikimu.
Aku ingin mengirim surat-surat untukmu. Surat yang berisikan tentang pengakuan cinta yang dibalut bahasa fiksi yang membuatmu akan bertanya-tanya sehingga selalu memiliki bahasan untuk kita bahas nanti.
Aku ingin mengirim pesan singkat setiap hari untukmu. Meski hanya sekadar mengucapkan selamat pagi untuk mengingatkanmu bahwa aku masih disini ; menunggumu.
Aku ingin bertukar suara saat aku begitu merindumu.

Aku hanya ingin, tapi tidak berani kulakukan.
Sebab mungkin aku hanya menganggumu.
Mengganggu setiap hobi-mu. Mengganggu waktu tidur-mu. Mengganggu waktu bersama teman-teman-mu, yang terakhir, menganggu waktu bermain game online yang kutahu sangat kamu sayangi ; jauh lebih dari pada aku.

Selamat, dengan begitupun ; aku masih dengan sabar menunggu untuk memilikimu.

Tapi, yang ingin ku tanyakan. Akankah kita hanya berteman saja selamanya?
Untuk pertanyaan itu, Aku tidak menginginkan kamu menjawab 'iya'.

Hanya ada satu yang ingin ku dengar darimu.

"Jadi pacarku ya".

Comments

Popular posts from this blog

Jetcoaster 'Hidup'

Sebelum usia 23

Semesta Untuk Jingga