Semesta Untuk Jingga
Sepertinya aku harus mulai berterimakasih pada
semesta. Sebab ia dengan sempurnanya mempertemukan perihal kita. Perihal-perihal
sederhana yang membuatku dengan mudah jatuh cinta, pada setiap apapun yang ia
gunakan, pada setiap apapun yang ia katakan, pada setiap tatapan, pada setiap
pelukan, pada setiap senyuman, dan pada setiap kejutan-kejutan sederhana yang
membuatku layaknya seperti perempuan yang sedang berada diatas angin, di bawa
terbang menuju angkasa, diperlihatkan keindahan dan pesona cakrawala, bersama
hanya kita berdua.
Berkali-kali aku ingin mengutarakan, aku mencintai
takdir tentang kita. Setiap apa yang kita lakukan tidak pernah tidak bermakna,
sekalipun hanya saling menatap mata. Dulu, aku begitu penasaran bagaimana cinta
bekerja. Namun, kali ini aku telah mengerti, begitu mengerti sampai akhirnya
aku tidak lagi perlu mencari tahu bagaimana cinta bekerja, bagaimana cinta
dapat menyatukan kedua rasa, bagaimana cinta menguatkan untuk selalu percaya,
sebab itu kamu maka aku tidak lagi memerlukan alasan untuk jatuh cinta.
Aku ingin memberitahu dunia, bahwa aku merasa bangga
menjadi milikmu, milikmu yang utuh tanpa cinta-cinta yang lain, dan aku selalu
berharap begitu hingga nanti tanpa batas waktu yang di tentukan. Aku ingin
menjadikanmu dunia, sebab walaupun hanya berdua denganmu aku tetap bisa hidup
atas cintamu. Aku ingin menjadi duniamu, karena aku tidak mampu membeli seluruh
isi dunia ini, aku hanya ingin menjadi satu-satunya tempatmu hidup, tempatmu
beristirahat, dan tempatmu pulang. Meski duniaku hanya sebatas kamu, aku tidak
akan kehilangan warna-warna lain meski yang warna kusukai adalah jingga; kamu.
Sepertinya aku juga harus mulai berterimakasih pada
bumi. Sebab ia dengan senang hati menampungmu untuk hidup, sebab ia dengan baik
hati menjagamu untukku, hingga akhirnya kita dipertemukan kembali setelah
beberapa tahun hanya sebatas mengenal tanpa rasa.
Aku pernah bermimpi, ingin memiliki Dia yang
mencintaiku dengan sederhana. Dengan kesederhanaan yang sempurna, dengan
perhatian-perhatian kecil yang menggemaskan, melakukan hal apapun terasa
bahagia, sebab menertawakan sesuatu yang biasa adalah langkah awal menikmati hidup;
dan aku menemuimu, dengan rasa yang utuh untuk bisa menjadi duniamu, lalu
membentuk dunia kita.
Mungkin, kamu bosan mendengar beberapa ucapan
terimakasih yang berulang kali aku ketik atau sekedar aku ucap, jika ada kata
lain yang mampu mewakili apa yang harus ku utarakan karena aku begitu bahagia
memilikimu, mungkin akan aku gunakan. Hanya saja, kata terimakasih melebihi
apapun, bahwa aku paham kamu pasti mengerti perihal bagaimana aku mencintaimu
dengan caraku.
Jingga-ku, warna kesukaanku, lelakiku, teman
hidupku, berterimakasihlah pada semesta.
Aku bahagia bersamamu, karena semesta
menuntun kita menjadi satu rasa yang sempurna. Mencintai dengan sederhana,
penuh bahagia meski terkadang terbesit luka, itulah yang menghiasi dunia kita. Jangan
pernah berubah, jadilah jingga-ku yang pertama kali aku kenal, jingga-ku yang
baik hati dan mencintai dengan sepenuh hati. Jadilah jingga-ku yang saat ini
hingga seterusnya akan tetap menjadi jingga-ku yang membuat hariku berwarna. Sebab
jika jingga-ku pergi, duniaku kembali menjadi hitam dan putih.
Terimakasih, telah hadir lalu membantuku mewujudkan semua mimpi-mimpiku. Aku berjanji, akan membantu mewujudkan semua mimpi tentang kita.
Comments
Post a Comment