Posts

"Hal" apa?

Fase kehidupan. Dunia memang terus berjalan lurus, tapi bumi berputar pada porosnya. Lurus bukan berarti maju ke depan, ke arah lebih baik. Tapi ikut berputar bersama bumi ke arah yang menurut-Nya baik. Berbicara soal kehidupan, pasti di sangkut pautkan dengan sebuah takdir. Bukan mengenai kehidupan semua orang yang saya ingin bahas disini, hanya sebagian kecil dari sebuah keluarga bahagia, ba ha gi a. Bahagia bukan berarti selalu senang, hidup senang, tidak pernah merasakan sedih, itu bukan kehidupan. Waktu terus berjalan sementara sebagian orang masih diam, stuck di satu arah, belum memutuskan untuk memilih. Ntah karena rasa bimbang dalam diri, atau memang tidak mendapatkan tunggangan untuk berdiri dan maju. Masih mengenai satu hal itu, bukan tentang siapapun, tapi pada siapapun. Saya sudah terlalu bosan ketika membahas hal itu. Ketika materi menjadi yang paling berkehendak atas segala hal, untuk segala hal. Bukankah sulit mengartikan maksud "hal" diaatas? Ya, sepe...

Rumah bukan tempat kembali

"Rumah adalah tempat kembali paling indah bagi setiap kepergian" Omong kosong. Itu tidak berlaku bagi saya. Rumah adalah tempat paling nyaman atas beberapa waktu dalam bagian hidup saya. Tidak selalu, tapi hanya sebagian kecil. Hal itu terjadi lagi hari ini. Sebuah pertengkaran yang memang sudah 'biasa' terjadi. Kenapa? Kenapa pertengkaran menjadi sebuah kebiasaan? Bukankah masih banyak hobi lain yang lebih baik untuk di jadikan sebuah kebiasaan? Setiap kali kata-kata itu keluar dari mereka, mungkin hanya aku yang begitu merasa tersakiti. Tidak ada yang tahu, kecuali aku. Mereka hanya berbicara apa yang ingin mereka bicarakan, bukan apa yang saya ingin dengar. Dalam sebuah perjalanan rumah tangga memang pertengkarang akan selalu terjadi bukan? Hanya saja, saya terlalu lemah untuk hanya memahami kehidupan orang dewasa. Ntah karena masalah yang terlalu rumit untuk di selesaikan, atau memang jiwa saya yang menolak untuk mengetahui setiap masalah itu. Rumah bukanla...

Awal vs akhir

Tidak semua hal akan terjadi dengan indah, dengan baik, dan tidak dengan hal apapun. Sebuah perjalanan adalah proses, setiap proses adalah kenikmatan untuk belajar mencintai sesuatu apapun yang di lakukan, bersamaan dengan itu sesuatu yang telah dicintai akan dilakukan dengan mudah karena sebuah perasaan yang menyeru untuk melakukannya lagi, dan lagi. Seperti hal nya menulis, kita tidak pernah tahu bagaimana sebuah cerita itu akan selesai pada akhirnya jika kita tidak pernah mencoba memulainya. Sebuah kejadian akan terjadi ketika ada sesuatu yang membuat semuanya disebut suatu kejadian, untuk itu jangan pernah takut memulai. Awal memang akan selalu sulit, tapi tidak dengan akhir. Sebuah akhir memang tidak akan selalu terdengar indah, hanya saja lebih mudah mengakhiri daripada mencoba memulai apapun, dalam situasi apapun. "Mencobalah memulai sesuatu dari hal yang kecil namun dapat di perbaiki hingga menjadi besar, dan jangan berfikiran untuk memulai membuat sesuatu yang besar ka...

I know you care

Hari ini, 20 februari 2016. Malam dengan hujan penuh kebahagiaan. Kamu, asal datangnya bahagia itu. Cinta mengajarkan aku untuk selalu ikhlas. Ikhlas mengagumi meski tidak di lihat, ikhlas memahami meski tidak pernah di mengerti, dan ikhlas menerima apapun yang ia lakukan. Bukan tentang bahagia malam ini. Hanya saja, cinta itu begitu rumit. Kamu, datang kembali setelah aku bersusah untuk pergi dan tidak melihat ke arahmu lagi. Tuhan itu adi, benar-benar begitu adil. Rasanya, aku terlalu bahagia sendiri sementara langit saja menangis dengan derasnya. Ntah maksudnya menertawakan, atau malah mengasihani dengan air hujan, aku tidak begitu mengerti, yang aku tahu dia memang hanya akan selalu begitu. Datang ketika aku telah lama mencoba pergi, atau menghilang ketika aku mencoba datang kembali. Hari ini, tepat seminggu lagi hari bahagiamu,fik. Hari ulang tahun kamu yang aku benar-benar bisa mengucapkan pada kamu secara langsung. Setelah 3 tahun yang terlewati aku melupakanmu. Doaku masih...

Untittled

" Ketika pencuri kata, tidak mengakui bahwa perlakuan itu adalah kejahatan" Sebuah karya yang kadang memang tidak terlihat dengan jelas, tidak terasakan dengan baik makna yang berusaha disampaikan, bukan berarti tidak harus di hargai. Ketika ketenaran mengalahkan setiap rasa iba dan hormat.  Bukan, bukan ingin mengakui atas segala pujian yang diberi. Hanya saja, rasanya terlalu menusuk ketika mendapati sebagian hati kecil yang terluka karena ketidak adilan atas dunia seni dalam hati. Ini bukan tentang saya, bukan cerita kehidupan saya, karena ini terjadi pada siapapun dan setiap hal apapun.  Apa yang menjadi keharusan, tidak selamanya akan terjadi dengan baik. Sebuah cerita tidaklah indah ketika kita berfikir tidak akan berbahagia. Untuk itu, berjalanlah untuk berbahagia bukan untuk mengejar sebuah keharusan dengan baik.  Anggapan setiap rasa sakit adalah identik dengan keputusasaan, bukan. Ketika setiap bahagia kita merasa sungkan untuk mengingat hal tentang kes...

Club Lobi Pilm

"Ketika kita memulai sesuatu, kita harus siap pada plihan. Ketika kita telah memilih sesuatu, kita harus menyelesaikan apa yang menjadi tanggung jawab. Ketika kita berani bertanggung jawab, maka kita akan menyelesaikan dengan baik." Awal yang baik untuk sesuatu yang baru.. Keluarga baru, cerita baru, pengalaman baru, dan pengetahuan baru. Ketika segala sesuatu yang dimulai dengan "baru" merupakan langkah awal untuk bangkit dan berjalan dari pijakan yang lama.  Saya telah memulai sesuatu, telah memulai kehidupan baru bersama kegiatan baru.. saya telah memilih sesuatu yang harus saya selesaikan. Disini, saya telah berada dalam anggota baru dari keluarga baru, CLP. Club lobi pilm, sebuah perkumpulan manusia-manusia yang bertanggung jawab pada sebuah pilihan, karena disini kami di tuntut untuk bertanggung jawab pada apa yang telah kami pilih. Kami sama-sama berjuang untuk mendapatkan gelar "crew" di belakang baju maroon kebanggaan ilmu komunikasi. Perjal...

When i meet again, friend.. but, with love

Ketika kita menemukan kembali beberapa serpihan tentang masa lalu yang pernah ada namun sempat menghilang.. Kini kembali dipertemukan ntah karena sebuah alasan, atau bahkan sebuah kebetulan.. Namun.. kali ini tuhan menyisipkan sebuah rasa berbeda dalam pertemuan itu.. Sebuah rasa yang belum sempat terfikirkan dahulu namun kini telah lebih dulu hadir mengisi kekosongan hati yang telah lama berdebu.. Mungkin iya, mungkin tidak.. ketika bibir ini mengucap tidak bukan berarti hati begitu saja menolak bahwa memang benar ada sebuah rasa yang berbeda diantata kita.. Kita mungkin belum disatukan dalam sebuah ikatan hubungan Hanya saja.. aku sempat berharaf untuk bisa bersamamu dan menyamai tinggi dan maumu.. Aku bisa apa? Selain menunggu sembari mencoba mengelak rasa ini.. Namun, ketika takdir telah menggariskan untuk kita bertemu dengan rasa yang berbeda.. maka mau tidak mau kita hanya dapat berjalan di atas garis yang telah di takdirkan tuhan.. Kita tidak saling mengerti dan mengeta...

On the last day 2015, welcome 2016

Hello!!! Kembali lagii.. Seketika meniup debu yang lama menutupi. Maaf karena jarang dibuka. Bukan karena lupa, hanya saja baru meluangkan waktu untuk sekedar bercerita (lagi). Hari ini hari terakhir di tahun 2015. Sebuah perjalanan yang begitu mengesankan berada di tahun ini. Bahagiaa.. Sungguh. Hanya saja, meninggalkan bukan berarti melupakan bukan? Kita bertemu kembali di pertengahan tahun ini, dengan perjalanan yang menenangkan hati. Apakah iya? Sepertinya tidak begitu. 2015 adalah cinta yang kembali dipertemukan. Semoga dengan berakhirnya ini, kita masih akan dipertemukan Tuhan. Cinta selalu mengajarkan aku bagaimana caranya menghadapi sesuatu, menghadapi masalah, bukan lari atau menutupi. Tapi di hadapi dan di selesaikan. Untuk itu, kepergian bukanlah sebuah alasan untuk melupakan. Karena hidup adalah soal mengejar waktu, agar kita tiba lebih cepat dari keterlambatan. Kita tidak pernah menyadari ketika waktu berjalan begitu cepat, kita hanya tahu bahwa waktu akan selalu sam...

Garis, cerita, dan takdir

Saat rindu ini kembali hadir. Menulis, aku merindumu. Terlalu sulit menemukan waktu untuk sekedar menulis. Maaf jika jarang ku temui, aku tak menjumpai kebahagiaan tanpa "tulisan". Sedikit bercerita.. Lama kita tidak berjumpa semenjak terakhir kali kita bertemu beberapa bulan lalu, bahkan kini aku tidak lagi mengingatnya waktu-nya. Yang aku tahu, kita masih bersahabat. Kita masih berteman baik untuk hanya sekedar menanyakan kabar. Aku memang telah menyudahinya. Segala rasa yang aku simpan selama lima tahun, untukmu. Namun, berteman bukanlah alasan untuk tetap dekat denganmu, aku hanya tidak ingin mempunyai musuh. Kita tidak saling mengetahui. Kita hanya angin yang tertiup dan ketika bertemu tidak pernah bersatu. Ketika rasa itu menjadi abu, akankah cerita kita menjadi hitam? Bukankah putih lebih menenangkan? Lalu kenapa harus ada hitam jika putih menyenangkan? Jalan kita memang belum menuju akhir, segalanya akan indah dan aku mempercayainya. Bukankah mudah jika hanya men...

Permintaanmu

Malam ini, berakhirnya cerita kita. Bukan pertemuan kita yang berakhir, tapi rasa ini. Kamu menyuruhku menghapusnya, menyuruhku berhenti mencintaimu. Aku mengerti, karena aku tahu, ada hal yang tidak bisa di paksakan dalam cinta. Aku pernah bahagia bersamamu. Tapi akhir kisah kita tidak menuntut bahagia. Tak apa, aku tahu. Aku masih kuat, untuk menajalani sendiri. Tanpa kamu. Aku tahu, bukan kamu yang salah, hanya aku yang tidak pernah bisa menerima takdir bahwa kita tidak di ciptakan untuk bersama. Maaf jika aku membuat hidupmu sulit lima tahun itu. Aku lebih sulit, kamu tidak mengetahuinya. Aku tidak akan memberitahu, biar kamu tidak memperdulikannya. Aku berhenti menyukaimu bukan berarti rasa ini menjadi benci. Kamu bilang, aku adalah sahabat dekat, dan kamu tidak ingin aku sedih. Untuk itu, aku akan berbahagia meski tidak bersamamu. Jangan kembali lagi, Aku telah menutup buku itu. Biar aku yang menyimpannya, sendiri. Kamu tidak perlu tahu. Aku tidak akan sedih ...