Hati-hati di jalan
Ada satu
hal yang selalu mengikuti kemana arah langkah kakimu, kemanapun kamu pergi dan
tempat apapun yang ingin kamu tuju.
Sebuah rasa
khawatir dan ketakutanmu itu sendiri, diam-diam secara tidak sadar ia sudah
menggerogoti rasa percayamu bahkan terhadap dirimu sendiri.
Kamu seolah
berkata, kamu tidak sekuat baja, kamu lemah dan tidak mampu berdiri sendiri.
Yang sebenar-benarnya
terjadi adalah kamu tidak selemah itu, tubuhmu memiliki hak atas keberanianmu,
kamu hanya ragu membuatnya tumbuh. Kamu hanya takut menghadapi kekhawatiranmu isi
kepalamu sendiri.
Kamu telanjur
nyaman dan memilih untuk percaya pada ketakutanmu.
Kamu memilih
bersikukuh dengan ketidakpercayaan atas dirimu sendiri.
Seperti perjalanan
yang akan membawamu pergi, sejauh yang kamu belum pernah kira sebelumnya bisa
sampai di tempat itu.
Kamu selalu
meyakini diri, dalam setiap perjalanan yang membawamu tumbuh, akan banyak
kendala yang kau lewati, dan kamu merasa tidak mampu menghadapinya sendirian. Kamu
selalu butuh pertolongan, meski seringkali kamu lebih nyaman menghadapi masalah
sendirian.
Kamu menutup
diri dari pertolongan tangan yang membawamu lari, kamu hanya berani memegang
tangan yang mengajakmu berjalan. Sedangkan kakimu sendiri masih utuh dan ia
tidak apa-apa jika dipaksa berlari.
Semua itu
hanya bergerak lambat, berjalan dari satu tempat ke tempat berikutnya,
berangkat dari satu langkah menuju pijakan selanjutnya, tanpa tergesa-gesa.
Comments
Post a Comment