(masih)n 20 April 2015, bersamamu
20 April 2015
waktu terus berjalan sesuai biasanya. detik tidak berubah, menit masih tetap seperti itu. hanya saja, ketika bersamamu semuanya terasa lebih cepat. mungkin karena kita sama-sama bahagia atas yang terjadi pada waktu ini.
air terjun masih di hadapan kita, masih pula mengalir air jernih yang sama. hanya kita yang berbeda, berbeda hati, berbeda pendapat, dan berbeda rasa, persepsiku.
langit masih tetap biru seperti saat kita berjumpa, matahari masih dengan sempurna menyinari kita, awan putih masih dengan lemahnya tertiup angin lalu pergi ntah kemana, hanya kita yang masih diam disini. yaa.. kita sama-sama hanya diam. menikmati setiap air yang mengalir dengan deras, menikmati setiap hembusan angin yang membawa kesejukan, dan menikmati setiap waktu yang terus berjalan meski kita terdiam.
rupanya, kedua temanmu sudah cukup puas bermain air yang begitu dingin, ku kira mereka benar-benar lupa jika masih ada kita disini. hingga mereka berjalan menghampiri, aku sempat merasakan detakan dalam jantungku kembali lebih cepat, debaran itu menghasilkan lebih dinginnya tanganku dari air yang berada di depan kita. akhirnya, kami memutuskan pergi, pulang dengan membawa cerita, meninggalkan kenangan, yang menghadirkan senyuman.
dalam perjalanan pulang, kamu memimpin paling depan, dengan aku berada di barisan kedua, lalu kedua temanmu berada di belakang kita. perjalanan begitu singkat meski tanjakan bebatuan menghadang setiap jalan kita, yaa aku cukup merasa lelah dalam perjalanan kali ini, keringat sama-sama membasahi tubuh kita, namun aku bahagia, karena bersamamu.
hingga kami tiba di pos awal kami berjumpa, kamu dan kedua temanmu memutuskan untuk pergi melihat-lihat hutan lebih dalam. aku hanya menurutinya, hingga kamu menyuruhku menaikin motor ninja yang kamu kendarai, awalnya aku sempat ragu, tapi melihat senyummu, seperti menghantarkan sebuah debaran tak menentu hingga aku tak sadar telah berada di atas motormu, tepat di belakangmu, aku bahagia, begitu bahagia. ini adalah hal pertama kalinya sejak kita bersama sedekat ini. yaa, begitu dekat hingga aku bisa merasakan aroma tubuhmu yang begitu menyejukkan, berlebihan bukan? ntahlah aku menyukainya.
perjalanan di motor itu terus berlanjut karena kamu mengantarkanku hingga depan rumah, aku begitu bahagia, kamu masih mengingat rumahku yang kamu hanya pernah memasukinya tiga tahun yang lalu, sebelum kamu pergi pindah untuk melanjutkan studimu.
hingga cerita tiga jam di hari itu yang ku lalui bersamamu usai, aku masih jelas mengingat tatapan teduhmu saat itu. senyummu begitu menyejukkan untukku, ntahlah sepertinya aku masih benar-benar mencintaimu.
The End
waktu terus berjalan sesuai biasanya. detik tidak berubah, menit masih tetap seperti itu. hanya saja, ketika bersamamu semuanya terasa lebih cepat. mungkin karena kita sama-sama bahagia atas yang terjadi pada waktu ini.
air terjun masih di hadapan kita, masih pula mengalir air jernih yang sama. hanya kita yang berbeda, berbeda hati, berbeda pendapat, dan berbeda rasa, persepsiku.
langit masih tetap biru seperti saat kita berjumpa, matahari masih dengan sempurna menyinari kita, awan putih masih dengan lemahnya tertiup angin lalu pergi ntah kemana, hanya kita yang masih diam disini. yaa.. kita sama-sama hanya diam. menikmati setiap air yang mengalir dengan deras, menikmati setiap hembusan angin yang membawa kesejukan, dan menikmati setiap waktu yang terus berjalan meski kita terdiam.
rupanya, kedua temanmu sudah cukup puas bermain air yang begitu dingin, ku kira mereka benar-benar lupa jika masih ada kita disini. hingga mereka berjalan menghampiri, aku sempat merasakan detakan dalam jantungku kembali lebih cepat, debaran itu menghasilkan lebih dinginnya tanganku dari air yang berada di depan kita. akhirnya, kami memutuskan pergi, pulang dengan membawa cerita, meninggalkan kenangan, yang menghadirkan senyuman.
dalam perjalanan pulang, kamu memimpin paling depan, dengan aku berada di barisan kedua, lalu kedua temanmu berada di belakang kita. perjalanan begitu singkat meski tanjakan bebatuan menghadang setiap jalan kita, yaa aku cukup merasa lelah dalam perjalanan kali ini, keringat sama-sama membasahi tubuh kita, namun aku bahagia, karena bersamamu.
hingga kami tiba di pos awal kami berjumpa, kamu dan kedua temanmu memutuskan untuk pergi melihat-lihat hutan lebih dalam. aku hanya menurutinya, hingga kamu menyuruhku menaikin motor ninja yang kamu kendarai, awalnya aku sempat ragu, tapi melihat senyummu, seperti menghantarkan sebuah debaran tak menentu hingga aku tak sadar telah berada di atas motormu, tepat di belakangmu, aku bahagia, begitu bahagia. ini adalah hal pertama kalinya sejak kita bersama sedekat ini. yaa, begitu dekat hingga aku bisa merasakan aroma tubuhmu yang begitu menyejukkan, berlebihan bukan? ntahlah aku menyukainya.
perjalanan di motor itu terus berlanjut karena kamu mengantarkanku hingga depan rumah, aku begitu bahagia, kamu masih mengingat rumahku yang kamu hanya pernah memasukinya tiga tahun yang lalu, sebelum kamu pergi pindah untuk melanjutkan studimu.
hingga cerita tiga jam di hari itu yang ku lalui bersamamu usai, aku masih jelas mengingat tatapan teduhmu saat itu. senyummu begitu menyejukkan untukku, ntahlah sepertinya aku masih benar-benar mencintaimu.
The End
Comments
Post a Comment