bersyukur lebih baik
Hari ini, aku mendengar keluhan kalian kembali. Harusnya hari
ini akan terus berjalan membahagiakan, kupikir akan begitu.. namun ternyata,
sebuah permasalahan kecil menjadi menyeruak ketika aku yang menndengarnya,
begitu sesak ketika aku melihat kalian bertengkar.
Aku lelah.. melihat setiap kita pergi bersama, yang berawal
kebahagiaan, namun selalu berujung menyakitkan di akhir. Apakah semua orang tua memang begitu? Apakah mereka
memiliki ego yang lebih tinggi di banding memikirkan perasaan anak kecil yang
berada di sampingnya? Apakah mereka lupa bahwa aku berada di sana melihat
pertengkaran kecil yang sering ku jumpai?
Lagi-lagi tentang uang, kita masih bisa hidup bahagia dengan
uang yang cukup kan pa? kita juga bisa pergi dengan uang yang sangat cukup
menurutku, namun mengapa bagi kalian tidak? Bisakah kita, aku, mama, dan papa
selalu bersyukur dengan segala yang menurut kalian adalah kekurangan?
Kita tidak pernah merasakan tidak mempunyai uang sepeserpun,
sedangkan tengok ketika kita pergi berjalan-jalan, banyak mereka yang
kelaparan, karena tidak mempunyai uang sepeserpun, sedangkan kita? Kembali bercermin
diri, bukan maksudku menasihati kalian yang telah mengajariku banyak hal, ma,
pa.. tapi aku ingin hidup tenang, damai, bukan bahagia dengan segala tekanan. Aku
memang hanya bisa memendamnya sendiri, yaa sendirian. Karena kalian tidak
pernah mengerti tentang apa yang aku ingin lakukan, kalian hanya mencoba
menuntut aku untuk melakukan apa yang ingin aku lakukan untuk kalian.
Terima kasih pa, ma.. telah mengajarkan aku arti kedewasaan…
Aku tidak kecewa pada kalian…
Hanya saja aku sedikit merasa tertekan..
Pandang mata untuk sesuatu yang berada di bawah kita untuk
melihat seberapa tinggi nya kita di kalangan mereka, agar kita selalu
mensyukuri segala nikmat yang telah tuhan kasih dalam kehidupan kita, bukan
untuk menyombongkan diri dengan apa yang kita miliki, karena kehidupan ini
adalah seluruhnya milik Allah, bukan milik kita.
Bersyukur itu indah
Comments
Post a Comment