When a time is a love

Hari ini kita di pertemukan kembali. Dalam suatu keadaan yang memaksa untuk kita. Aku selalu berharap, kita bertemu di waktu yang tepat. Namun kita tidak pernah di takdirkan untuk merasa bahagia di waktu yang benar.
Kamu adalah jembatan bagi dunia ini. Kamu adalah sebagai pelengkap, sebagai pengisi kekosongan hati yang telah lama sepi, bukan.. Bukan karena tidak ada yang mencoba masuk, hanya saja sang empu nya tidak mengizinkan siapapun masuk karena tidak akan sedikitpun di bukakan selain untukmu.
Kita bagaikan sepasang sepatu, selalu bersama tapi tak bisa bersatu. Kita bahagia dalam suatu hal, kita sedih karena sebuah hal.
Cinta adalah keinginan hati untuk memilik, sebenarnya. Hanya saya tuhan tidak menciptakan setiap makhluk-Nya untuk saling memiliki dan terus bahagia bersama. Akan ada saat dimana kebahagian akan pudar, begitupun sebaliknya.
Aku bertemu seseorang lain yang berbeda, berbefa dari mu. Aku tetap mengingatmu, hanya satu. Tidak ada yang pernah bisa menggantikan segala perbedaan yang berada dalam dirimu.
Aku pernah membencimu, layaknya sebuah angin yang tak pernah membenci hujan. Ntah mengapa aku selalu mengaitkan cerita tentang kita kepada angin dan hujan.
Angin , selalu ada bersamaku, menemaniku, menyampaikan rindu yang tidak bisa ku sampaikan lewat kata-kata padamu.
Hujan, selalu ada bersamamu, menemanimu, mengingatkan tentang kita, karena kita pernah punya cerita di antara hujan. Kamu harus mengingatnya. Jangan berfikir untuk melupakannya, karena akupun begitu.

Comments

Popular posts from this blog

Jetcoaster 'Hidup'

Sebelum usia 23

Semesta Untuk Jingga