Perihal Rindu, Menunggu dan Kamu
Mencintai seseorang, tidaklah menuntut untuk melupakan masa lalu-nya.
Bukankah begitu?
Apa yang perlu di khawatirkan lagi?
Bukankah ketika sudah menjadi masa lalu, itu berarti dia telah memilih untuk melaluinya daripada mempertahankannya.
Bukankah ketika sudah menjadi masa lalu, itu berarti dia telah memilih untuk meninggalkan dan menjemput sosok lain yang berada di masa depan.
Apalagi yang perlu dirisaukan?
Perihal keraguan, tidak semua manusia dapat menentukan pilihan dengan cepat.
Cepat, atau lambat.. tentu tidak menjamin akan tepat.
Hanya saja, banyak keraguan yang membuat kehilangan.
Ada yang sabar menunggu,
Ada yang tidak bisa menunggu,
Ada yang harus menunggu,
Ada yang tidak ingin menunggu.
Hidup adalah soal pilihan-pilihan yang sulit.
Sulit bukan berarti tidak bisa dipilih, bukan?
Ada batas yang ditentukan setiap hati yang disudutkan perihal menunggu.
Ada yang siap dengan kehilangan,
Ada yang siap dengan pengkhianatan,
Ada yang siap dengan menjemput kebahagiaan.
Sebenarnya, bukan ini yang awalnya ingin di bahas.
Kembali, menuju masa lalu dalam hidup seseorang.
Setiap manusia ditakdirkan menemui dan meninggalkan.
Ada yang menemui karena pernah ditinggalkan,
Ada yang menemui karena meninggalkan,
Ada yang menemui karena ketidak sengajaan.
Aku,
Ingin menemuimu dalam segala kehilangan,
Ingin menemuimu pada saat kamu memilih meninggalkan,
Ingin menemuimu dengan kesengajaan ketika waktu yang tepat.
Sebab, ada perihal-perihal rindu yang menyatu merajuk ingin bertemu.
Bukan padamu, kamu jangan tersenyum dulu.
Izinkan aku bertanya dahulu,
Bolehkah aku melampiaskan semua rindu untuknya padamu?
Jika tidak boleh, aku akan memaksa.
Jadi, boleh ya?
Bukankah begitu?
Apa yang perlu di khawatirkan lagi?
Bukankah ketika sudah menjadi masa lalu, itu berarti dia telah memilih untuk melaluinya daripada mempertahankannya.
Bukankah ketika sudah menjadi masa lalu, itu berarti dia telah memilih untuk meninggalkan dan menjemput sosok lain yang berada di masa depan.
Apalagi yang perlu dirisaukan?
Perihal keraguan, tidak semua manusia dapat menentukan pilihan dengan cepat.
Cepat, atau lambat.. tentu tidak menjamin akan tepat.
Hanya saja, banyak keraguan yang membuat kehilangan.
Ada yang sabar menunggu,
Ada yang tidak bisa menunggu,
Ada yang harus menunggu,
Ada yang tidak ingin menunggu.
Hidup adalah soal pilihan-pilihan yang sulit.
Sulit bukan berarti tidak bisa dipilih, bukan?
Ada batas yang ditentukan setiap hati yang disudutkan perihal menunggu.
Ada yang siap dengan kehilangan,
Ada yang siap dengan pengkhianatan,
Ada yang siap dengan menjemput kebahagiaan.
Sebenarnya, bukan ini yang awalnya ingin di bahas.
Kembali, menuju masa lalu dalam hidup seseorang.
Setiap manusia ditakdirkan menemui dan meninggalkan.
Ada yang menemui karena pernah ditinggalkan,
Ada yang menemui karena meninggalkan,
Ada yang menemui karena ketidak sengajaan.
Aku,
Ingin menemuimu dalam segala kehilangan,
Ingin menemuimu pada saat kamu memilih meninggalkan,
Ingin menemuimu dengan kesengajaan ketika waktu yang tepat.
Sebab, ada perihal-perihal rindu yang menyatu merajuk ingin bertemu.
Bukan padamu, kamu jangan tersenyum dulu.
Izinkan aku bertanya dahulu,
Bolehkah aku melampiaskan semua rindu untuknya padamu?
Jika tidak boleh, aku akan memaksa.
Jadi, boleh ya?
Comments
Post a Comment