Teruntukmu, Jingga.

Teruntukmu, seseorang yang nanti pada saatnya akan menjadi satu-satunya pasangan hidup untuk menemaniku dan memilihku menjadi yang terakhir.

Kupercayakan setiap peluh pada bahumu,

Kutitipkan setiap rindu pada waktumu,

Kuberikan setiap tawa bahagia pada hari-harimu,

Kupanjatkan setiap doa untuk mendukungmu,

Kujadikan kamu apapun yang bisa ku bagi setiap detik pada hidup.
Tawa bahagia, air mata kesedihan, masalah, kekuatan, kepercayaan, kesetiaan, kesabaran dan keikhlasan pada apapun perihal tujuan kita.

Ketika aku memilihmu, berarti aku mempercayaimu.

Ketika aku bersamamu, berarti aku bersiap mendampingimu.

Ketika aku memutuskan hidup bersamamu, berarti aku menerima kekuranganmu.

Ketika saat itu tiba, jadilah teman hidup yang paling baik, paling pengertian, paling menyayangi, paling tulus mencintai, paling tidak; jangan pernah berpaling.

Aku mencintai seseorang sepertimu, seseorang yang ketika hanya menatap matamu aku bisa melihat setiap bayangan perihal masa depan kita.

Aku mengagumi seseorang sepertimu, seseorang yang ketika aku memilih menyerah, kamu selalu hadir sebagai penopang untuk mengingatkan bahwa perjalanan itu tidak selalu berjalan sesuai dengan pengharapan, untuk itu aku tetap berjuang.

Aku menyayangi seseorang sepertimu, seseorang yang begitu memiliki rasa peduli yang baik, memiliki rasa sayang yang nyata, memiliki rasa cinta yang utuh, dan memiliki rasa pengertian paling ikhlas.

Teruntukmu, jangan pernah berubah hingga membuat aku tidak lagi mengenalmu, kecuali beberapa hal; kuizinkan kamu berubah menjadi lebih baik, lebih bahagia, lebih kuat, lebih sabar, lebih tabah, dan lebih mencintaiku.

Comments

Popular posts from this blog

Jetcoaster 'Hidup'

Sebelum usia 23

Semesta Untuk Jingga