Antara Cinta dan Teman Masa Kecil

Aku pernah mencintai seseorang sampai di titik dimana aku tidak yakin bahwa aku bisa melupakannya dan jatuh cinta pada orang lain.

Aku pernah merasakan sesuatu hal dimana aku terasa terbang jauh ke atas awan hingga tiba-tiba aku di jatuhkan dengan kerasnya ke dasar tanah.

Dia, orang itu.

Tapi kini, semua keyakinan itu berubah..

Ada seseorang lain yang ternyata bisa membuat hati ini berlabuh setelah lima tahun mencintai orang yang salah.

Seseorang itu kamu, yang bahkan hingga saat ini aku tidak tahu pasti apakah aku kembali mencintai orang yang salah atau bahkan aku telah menjatuhkan hati pada yang tidak pandai mematahkan.

Aku hanya berharap agar kamu bukanlah seseorang yang datang hanya untuk menutupi lukaku, melainkan seseorang yang hadir dalam hidupku untuk menyembuhkan lukaku dan tidak pernah membuat lukanya kembali terbuka.

Dia, teman masa kecilku.

Bahkan aku tidak pernah sekalipun berfikiran akan jatuh hati padanya.

Cinta memang selalu begitu, hadir secara tiba-tiba namun begitu sulit untuk sekedar tidak mengingatnya.

Aku tahu, tidak seharusnya aku memiliki perasaan ini ke dia, karena aku tahu bahwa ia hanya menganggapku teman kecilnya yang manja, yang cengeng, dan bahkan ia mungkin tidak pernah berfikiran sekalipun untuk menjatuhkan hatinya padaku.

Tak apa~ 

Semua akan indah pada akhirnya, jika belum indah berarti belum berakhir.

Cinta adalah ketika kamu merasa begitu ingin terus bersamanya padahal kamu tahu bahwa waktunya tidak hanya untukmu saja.

Cinta adalah rasa nyaman dalam keadaan apapun ketika bersamanya meski ia mengacuhkanmu dan hanya berpura-pura peduli untukmu.

Cinta adalah keikhlasan, ketulusan dan kesetiaan.

Untuk itu, jangan pernah meremehkan cintanya orang ikhlas, cintanya orang tulus, dan cintanya orang setia.


27 Mei 2016

Comments

Popular posts from this blog

Jetcoaster 'Hidup'

Sebelum usia 23

Semesta Untuk Jingga