Teruntuk Captain Pencuri Hati
Menurutmu apa yang paling istimewa dari sebuah perjalanan?
Ditemani.
Dengan siapa?
Yang menyayangiku.
Kenapa bukan dengan yang mencintaimu?
Karena sayang itu menjaga, sedangkan cinta itu terlebih karena nafsu, aku lebih membutuhkan seseorang yang bisa menjagaku daripada mencintaiku sepanjang perjalanan ini.
Cinta itu egois.
Ia hadir tanpa diminta, bahkan tidak peduli seberapa ia datang di waktu yang salah.
Kita teman, sebatas teman dengan satu sisi yang menyimpan rasa lebih. (Read: aku)
Kita tidak memiliki kenangan panjang yang indah, tapi aku tetap mengingatmu, bahkan bahagia untuk hanya sekedar mengingatnya kembali.
Ada banyak hal yang pernah dilalui dalam hidup ini, termasuk tentangmu.
Aku tahu, aku telah melakukan kesalahan karena mencintaimu.
Bukan cinta yang salah, hanya saja waktu yang tidak pernah tepat untuk kita. Aku mencintaimu tanpa menghiraukan perihal aku yang telah dimiliki oleh orang lain.
Lalu aku bisa apa?
Cinta itu begitu misterius.
Aku bahkan tidak pernah berfikiran untuk mencintaimu.
Takdir selalu begitu, selalu menuntunku pada suatu pilihan yang sulit.
Antara memilihmu lalu melepaskan yang lain, atau bertahan dengan dia tapi tetap mencintaimu dalam diam.
Aku ingin memilikimu, tanpa melepaskan dia. Sulit bukan?
Mencintaimu, biar hanya menjadi teman dalam sepiku. Mencintaimu dari jauh, tanpa terlihat agar tidak menyakiti dia dan dirimu. Aku masih mampu menahan semuanya, cukup aku dan rasa rindu itu yang tahu, kenapa semuanya begitu sulit tapi aku mampu melewatinya. Semua karenamu.
Karena mencintaimu aku tahu bagaimana caranya untuk menahan rindu, menyembunyikan perhatian, mendiamkan kekhawatiran, dan menyakiti hatiku sendiri.
Cinta selalu rumit, tidak pernah berjalan tanpa kehadiran orang ketiga.
.
.
.
.
.
Cerita di September kedua sehabis waktuku yang dihabiskan denganmu.
Ditemani.
Dengan siapa?
Yang menyayangiku.
Kenapa bukan dengan yang mencintaimu?
Karena sayang itu menjaga, sedangkan cinta itu terlebih karena nafsu, aku lebih membutuhkan seseorang yang bisa menjagaku daripada mencintaiku sepanjang perjalanan ini.
Cinta itu egois.
Ia hadir tanpa diminta, bahkan tidak peduli seberapa ia datang di waktu yang salah.
Kita teman, sebatas teman dengan satu sisi yang menyimpan rasa lebih. (Read: aku)
Kita tidak memiliki kenangan panjang yang indah, tapi aku tetap mengingatmu, bahkan bahagia untuk hanya sekedar mengingatnya kembali.
Ada banyak hal yang pernah dilalui dalam hidup ini, termasuk tentangmu.
Aku tahu, aku telah melakukan kesalahan karena mencintaimu.
Bukan cinta yang salah, hanya saja waktu yang tidak pernah tepat untuk kita. Aku mencintaimu tanpa menghiraukan perihal aku yang telah dimiliki oleh orang lain.
Lalu aku bisa apa?
Cinta itu begitu misterius.
Aku bahkan tidak pernah berfikiran untuk mencintaimu.
Takdir selalu begitu, selalu menuntunku pada suatu pilihan yang sulit.
Antara memilihmu lalu melepaskan yang lain, atau bertahan dengan dia tapi tetap mencintaimu dalam diam.
Aku ingin memilikimu, tanpa melepaskan dia. Sulit bukan?
Mencintaimu, biar hanya menjadi teman dalam sepiku. Mencintaimu dari jauh, tanpa terlihat agar tidak menyakiti dia dan dirimu. Aku masih mampu menahan semuanya, cukup aku dan rasa rindu itu yang tahu, kenapa semuanya begitu sulit tapi aku mampu melewatinya. Semua karenamu.
Karena mencintaimu aku tahu bagaimana caranya untuk menahan rindu, menyembunyikan perhatian, mendiamkan kekhawatiran, dan menyakiti hatiku sendiri.
Cinta selalu rumit, tidak pernah berjalan tanpa kehadiran orang ketiga.
.
.
.
.
.
Cerita di September kedua sehabis waktuku yang dihabiskan denganmu.
Comments
Post a Comment