Mentari dan Bintang yang dirindukan
Ada sebuah mentari yang lebih terang sinarnya, terjaga sepanjang hari tanpa jeda, tanpa langit berwarna abu-abu yang mungkin terasa dingin, hanya ada rasa hangat, seperti senyummu kemarin.
Aku menyusurinya, mencari tempat paling nyaman untuk menemui mentari dengan sangat dekat. Rupanya, ia memang selalu berada di dekatku, dalam terangnya ia menyinari setiap hariku dengan penuh kasih, kehangatan nya menjagaku dari awan yang mungkin saja menumpahkan air mata melihat kesedihanku, mentari itu ada untuk melindungiku.
Mari, tinggalkan perihal mentari.
Aku menemukan satu yang lebih indah untuk ku kagumi, bintang malam ini yang paling terang. Sinarnya seperti mengutarakan sesuatu.
Sebentar, aku mendengarnya.
Ia menyampaikan rasa rindu dari seseorang.
Itu kamu.
Aku juga, merindumu tanpa jeda.
Pada sela-sela jendela, aku melihat bintang itu.
Aku bercerita, bahwa rindu itu selalu tahu kemana ia menuju, dan aku tahu bahwa ia akan sampai menujumu.
Beberapa pertemuan hanya menghidupkan kembali sisa-sisa rindu.
Bukan membuatnya hilang. Bahkan seringkali memecah kekuatan, perihal ego dari masing-masing diri kita, semoga tidak pernah membuat jarak antara kedua rasa yang senang berbagi.
Berbahagialah, mentari ataupun Bintang kesukaanku.
Sebab dengan melihatmu bahagia, aku menemukan bahagiaku juga.
Aku menyusurinya, mencari tempat paling nyaman untuk menemui mentari dengan sangat dekat. Rupanya, ia memang selalu berada di dekatku, dalam terangnya ia menyinari setiap hariku dengan penuh kasih, kehangatan nya menjagaku dari awan yang mungkin saja menumpahkan air mata melihat kesedihanku, mentari itu ada untuk melindungiku.
Mari, tinggalkan perihal mentari.
Aku menemukan satu yang lebih indah untuk ku kagumi, bintang malam ini yang paling terang. Sinarnya seperti mengutarakan sesuatu.
Sebentar, aku mendengarnya.
Ia menyampaikan rasa rindu dari seseorang.
Itu kamu.
Aku juga, merindumu tanpa jeda.
Pada sela-sela jendela, aku melihat bintang itu.
Aku bercerita, bahwa rindu itu selalu tahu kemana ia menuju, dan aku tahu bahwa ia akan sampai menujumu.
Beberapa pertemuan hanya menghidupkan kembali sisa-sisa rindu.
Bukan membuatnya hilang. Bahkan seringkali memecah kekuatan, perihal ego dari masing-masing diri kita, semoga tidak pernah membuat jarak antara kedua rasa yang senang berbagi.
Berbahagialah, mentari ataupun Bintang kesukaanku.
Sebab dengan melihatmu bahagia, aku menemukan bahagiaku juga.
Comments
Post a Comment