Perihal perencanaan
Hidup itu pilihan.
Ada yang memilih hidup berdua untuk menua bersama.
Ada yang memilih menemukan bahagia-nya sendiri.
Ada yang memilih untuk dengan segera menuju pernikahan.
Ada yang memilih menyelesaikan segala rencana-rencana perihal mimpi yang memaksa segera diwujudkan.
Semua hal itu, tidak ada yang menjadi masalah.
Terkadang, masalah itu datang hanya dari pikiran.
Manusia itu egois, oke. Dilahirkan memang seperti itu. Hanya saja, sebagian dari manusia lain bisa menahan untuk tidak mengatakan apapun yang ingin dikatakan.
Simpan setiap kalimatmu untuk hal-hal yang baik, jika dirasa tidak perlu dikatakan maka membisu lah untuk sesaat.
Itu sungguh membantu.
Sekali lagi, hidup adalah jutaan proses yang tidak akan pernah dapat di protes.
Pernikahan bukanlah perihal menyatukan dua hati menjadi selayaknya saling memiliki. Melainkan, dua ego, dua pandangan, dua kepala, dan yang terpenting adalah dua keluarga.
Banyak yang telah merasa mampu. Atau bahkan dipaksa merasa 'siap'. Padahal, perencanaan tidak semudah itu.
Jadilah manusia yang jika tidak berniat membantu, setidaknya jangan menyusahkan.
Pertanyaan-pertanyaan sederhana dibalik kesiapan menghadapi pernikahan, tidak sesederhana itu.
Jika salah satu diantara kalian telah siap, silahkan. Jangan menggebu-gebu memaksa pikiran manusia lain terganggu.
Sebab setiap manusia memiliki kepala sendiri-sendiri.
Mengendalikan pikiran sendiri-sendiri. Menghabiskan waktu mencari jati diri sendiri-sendiri.
Memiliki pandangan perihal 'proses' sendiri-sendiri.
Maka, urusilah urusan sendiri-sendiri.
Jangan usil.
Menjadi pengganggu itu egois.
Ada yang memilih hidup berdua untuk menua bersama.
Ada yang memilih menemukan bahagia-nya sendiri.
Ada yang memilih untuk dengan segera menuju pernikahan.
Ada yang memilih menyelesaikan segala rencana-rencana perihal mimpi yang memaksa segera diwujudkan.
Semua hal itu, tidak ada yang menjadi masalah.
Terkadang, masalah itu datang hanya dari pikiran.
Manusia itu egois, oke. Dilahirkan memang seperti itu. Hanya saja, sebagian dari manusia lain bisa menahan untuk tidak mengatakan apapun yang ingin dikatakan.
Simpan setiap kalimatmu untuk hal-hal yang baik, jika dirasa tidak perlu dikatakan maka membisu lah untuk sesaat.
Itu sungguh membantu.
Sekali lagi, hidup adalah jutaan proses yang tidak akan pernah dapat di protes.
Pernikahan bukanlah perihal menyatukan dua hati menjadi selayaknya saling memiliki. Melainkan, dua ego, dua pandangan, dua kepala, dan yang terpenting adalah dua keluarga.
Banyak yang telah merasa mampu. Atau bahkan dipaksa merasa 'siap'. Padahal, perencanaan tidak semudah itu.
Jadilah manusia yang jika tidak berniat membantu, setidaknya jangan menyusahkan.
Pertanyaan-pertanyaan sederhana dibalik kesiapan menghadapi pernikahan, tidak sesederhana itu.
Jika salah satu diantara kalian telah siap, silahkan. Jangan menggebu-gebu memaksa pikiran manusia lain terganggu.
Sebab setiap manusia memiliki kepala sendiri-sendiri.
Mengendalikan pikiran sendiri-sendiri. Menghabiskan waktu mencari jati diri sendiri-sendiri.
Memiliki pandangan perihal 'proses' sendiri-sendiri.
Maka, urusilah urusan sendiri-sendiri.
Jangan usil.
Menjadi pengganggu itu egois.
Setiap manusia berhak menemukan bahagia-nya dengan caranya sendiri.
Comments
Post a Comment