tentangmu (1)
Entah apa yang terasakan sejak pertama kali aku mendengar gurauan tentang mu dari temanmu, mereka bilang "nabillah, ada salam dari dia"(temanmu menunjukmu dengan gurauannya), kulihat wajahmu yang bersemu kemerahan, namun kamu tidak mencoba menyangkalnya. kulihat senyum itu setiap kali mata kita bertemu, awalnya pertemuan kita di kelas itu terasa indah. namun, ketika aku mencoba memilikirasa yang sama sepertimu, mengapa kamu seperti menghindar?
Awalnya aku tidak tertarik dengan sikapmu yang berubah, dingin, ketus, dan membuatku serba salah. namun, ketika ku pahami hati dan diri ini, aku menyadarinya, kamu telah membuat aku "jatuh cinta".
aku mencoba menebak apa yang ada dalam isi hatimu, segalanya.. namun tidak ada satupun yang terkuak tentangmu dari mereka yang sedikit lebih mengenalmu. kamu aneh, seperti bukan manusia biasa, itu yang pernah ku simpulkan tentang dirimu fik.
aku pernah mendengar bahwa
"jika kita berani untuk mencintai, maka kita sudah pasti berani merasakan sakit hati"
.
Aku sedikit membenarkan pernyataan itu. aku memang telah jatuh cinta, tapi aku belum mengerti tentang rasanya sakit hati. inikah rasanya? sakit itu, sungguh aku baru menduganya.
aku masih ingat betapa bahagianya aku, ketika kita sama-sama bermain bola di dalam kelas, aku menjadi penjaga gawang untukmu, dan kamu selalu menjagaku agar aku tidak sampai bertemu dengan bola itu. aku bahagia, dan aku melihatmu juga seperti itu, bahagia. apakah benar fik?
aku juga masih sangat ingat, ketika hujan datang mengguyur segala kesibukan kita,lalu kita sama-sama berhamburan keluar, mata kita tidak sengaja bertemu, matamu seperti mengisyaratkan sesuatu, aku lalu merunduk, mencoba bergurau padamu, ku cipratkan air hujan di depan kita, lalu kita sama-sama basah dan tertawa. aku baru menyadari suatu hal, bahwa inilah cinta, cinta pertamaku, olehmu. kita sempat terdiam lalu tersenyum ketika mata kita kembali bertatap. aku melenggang masuk ke dalam kelas, dan kamu mengikuti hingga sampai di bangku kita yang hanya terpaut satu meja, hingga entah mengapa baru aku sadari sekarang, bahwa kita sempat duduk dalam satu meja yang sama untuk smaa-sama menulis pelajaran yang telah tertulis di depan papan tulis. waktu ituu.. semuanya indah terasa tenang, meski jantung dalam hatiku terasa berdetak lebih keras dari biasanya, hingga pada akhirnya, kelas menjadi riuh dengan kata "cie" yang bertebaran di mana-mana. lucunya, kita sama-sama berdiri ketika meyadari sesuatu, lalu tertawa dengan backsound "ciee" di belakang oleh teman-teman kita. hingga akhirnya kamu memutuskan untuk pindah dan meninggalkan aku duduk sendiri di bangkuku..
lambat laun waktu berjalan semestinya, kita kembali dipisahkan oleh kenaikan kelas yang membuat kita lebih jarang berhubungan..
to be continued
Awalnya aku tidak tertarik dengan sikapmu yang berubah, dingin, ketus, dan membuatku serba salah. namun, ketika ku pahami hati dan diri ini, aku menyadarinya, kamu telah membuat aku "jatuh cinta".
aku mencoba menebak apa yang ada dalam isi hatimu, segalanya.. namun tidak ada satupun yang terkuak tentangmu dari mereka yang sedikit lebih mengenalmu. kamu aneh, seperti bukan manusia biasa, itu yang pernah ku simpulkan tentang dirimu fik.
aku pernah mendengar bahwa
"jika kita berani untuk mencintai, maka kita sudah pasti berani merasakan sakit hati"
.
Aku sedikit membenarkan pernyataan itu. aku memang telah jatuh cinta, tapi aku belum mengerti tentang rasanya sakit hati. inikah rasanya? sakit itu, sungguh aku baru menduganya.
aku masih ingat betapa bahagianya aku, ketika kita sama-sama bermain bola di dalam kelas, aku menjadi penjaga gawang untukmu, dan kamu selalu menjagaku agar aku tidak sampai bertemu dengan bola itu. aku bahagia, dan aku melihatmu juga seperti itu, bahagia. apakah benar fik?
aku juga masih sangat ingat, ketika hujan datang mengguyur segala kesibukan kita,lalu kita sama-sama berhamburan keluar, mata kita tidak sengaja bertemu, matamu seperti mengisyaratkan sesuatu, aku lalu merunduk, mencoba bergurau padamu, ku cipratkan air hujan di depan kita, lalu kita sama-sama basah dan tertawa. aku baru menyadari suatu hal, bahwa inilah cinta, cinta pertamaku, olehmu. kita sempat terdiam lalu tersenyum ketika mata kita kembali bertatap. aku melenggang masuk ke dalam kelas, dan kamu mengikuti hingga sampai di bangku kita yang hanya terpaut satu meja, hingga entah mengapa baru aku sadari sekarang, bahwa kita sempat duduk dalam satu meja yang sama untuk smaa-sama menulis pelajaran yang telah tertulis di depan papan tulis. waktu ituu.. semuanya indah terasa tenang, meski jantung dalam hatiku terasa berdetak lebih keras dari biasanya, hingga pada akhirnya, kelas menjadi riuh dengan kata "cie" yang bertebaran di mana-mana. lucunya, kita sama-sama berdiri ketika meyadari sesuatu, lalu tertawa dengan backsound "ciee" di belakang oleh teman-teman kita. hingga akhirnya kamu memutuskan untuk pindah dan meninggalkan aku duduk sendiri di bangkuku..
lambat laun waktu berjalan semestinya, kita kembali dipisahkan oleh kenaikan kelas yang membuat kita lebih jarang berhubungan..
to be continued
Comments
Post a Comment