tentangmu (2)

lambat laun cerita tentang kita kembali bergulir. tahun ajaran baru, benar, semuanya serba baru. kita sama-sama berbeda, kembali dingin, bahkan jika bertemu sekalipun kamu seperti tidak melihat. apakah itu? kenapa kamu menghindar? aku pernah tidak tidur semalaman untuk merenungi apa kesalahan yang pernah aku lakukan padamu. berlebihan bukan?, tapi, akhirnya aku tersadar, bahwa kita hidup di dunia ini bukan untuk di renungi, tapi untuk di jalani. aku mencoba mengerti akan sikapmu yang seperti angin, kadang membawa kita pada matahari, dan kadang membawa kita pada hujan. hujan? aku bahkan menyukainya. kita pernah punya kenangan dalam hujan, itu sebabnya aku menyukai hujan. apakah kamu juga menyukai tiap tetesan air yang jatuh dari langit? apakah kamu bisa mengingat segala tentang kita dalam hujan? bisakah kamu merasakannya, rasa bahagia hatiku ketika bermain air hujan bersamamu?
kita sempat saling mengetahui perasaan masing-masing. bukankah aku pernah mengatakannya fik? aku pernah dengan sengaja mengucap tentang cinta padamu, apakah kamu masih mengingatnya?
"aku menyukaimu fik". aku pernah berkata sedemikian itu padamu. namun, kamu membalas dengan kekecewaan untuk hatiku. kamu bilang, "aku mau fokus belajar, gak mau cinta-cintaan dulu". aku sempat tertawa ketika membacanya, namun tak lama setelah itu, aku merasakan air hangat yang perlahan menetes di pipiku. aku menangis! itu pertama kalinya aku menangis karenamu, sadarkah kamu?
hingga tepat beberapa hari setelah pengakuan itu, aku sempat berpapasan denganmu, sahabatku memelukku, mereka memegang tanganku, aku tahu, mereka mencoba menenangkanku. aku berterima kasih pada kalian sahabatku yang telah membantuku mengahadapi sikapmu yang membuat hati aku sering kalih patah.
aku sering melihat mu bermain hujan dengan dia teman sekelasmu, kamu tahu apa yang kurasakan? ntah apa namanya, tapi orang lain menyebutnya "cemburu", itukah artinya? apakah aku benar cemburu? apakah aku benar-benar mencintaimu?
aku bersedih ketika harus menghadapi hal lain yang membuatku takut. aku mendengarnya, tentang rencana kepergianmu meninggalkan kota tempat lahirmu, kamu akan pergi? aku tak sanggup jika hanya memikirkannya, namun, setelah aku fikirkan kembali setiap harinya, akhirnya aku sadar, kita mungkin berpisah untuk waktu yang akan kembali mempertemukan kita? benarkah itu? semoga saja benar adanya..

to be continued

Comments

Popular posts from this blog

Jetcoaster 'Hidup'

Sebelum usia 23

Semesta Untuk Jingga