Tentang Orang Ketiga
Kau putih, bagai awan.
Bagai kapas yang mudah terbang tertiup angin.
Mudah lepas, tidak terikat bahkan pada langit sekalipun.
Awan bisa juga menghitam, ketika hujan yang membuatmu pekat, gelap, hilang.
Kau itu layaknya bumi,
Kadang terdapat matahari yang membuat cerah, kadang terdapat hujan yang membuatnya basah, dan kadang terdapat rembulan yang menerangi gelap.
Kau tahu aku ini apa?
Aku adalah makhluk yang tinggal di bumi itu, yang harus selalu menyesuaikan diri dengan udaramu, hingga harus tahu caranya bertahan dalam cuaca apapun, untukmu.
//
Ada sebuah kisah pahit di setiap perjalanan panjang cerita cinta yang manis.
Aku tahu itu, hanya saja mungkin belum bisa menerimanya.
Ketika aku sadar, bahwa ada seseorang lain yang hatinya sedang di jaga olehmu.
Aku tahu diri, itu berarti bukan hanya aku yang mengisi ruang kecil di hatimu
Kita telah terikat, oleh sebuah pegangan yang erat dan kamu sendiri yang mengikatnya.
Tapi, cinta adalah ikhlas menerima, ikhlas mencintai, dan bahkan tetap bertahan meski merasa di permainkan.
Bukan soal aku yang "tidak mempercayaimu", tapi ini tentang hati yang tidak bisa kamu cegah untuk terluka begitu saja.
Aku pernah merasakan luka yang bahkan jauh lebih perih sebelum ini, tapi kamu menutupnya, dan sekarang aku sadar bahwa lukaku belum sepenuhnya sembuh, kamu hanya menutupnya dan bukan mengobatinya.
Jarak, cinta dan waktu tentang kita yang selalu membuatku takut untuk kehilanganmu.
.
.
Pengantar tidur malam duapuluhenam di bulan agustus.~
Bagai kapas yang mudah terbang tertiup angin.
Mudah lepas, tidak terikat bahkan pada langit sekalipun.
Awan bisa juga menghitam, ketika hujan yang membuatmu pekat, gelap, hilang.
Kau itu layaknya bumi,
Kadang terdapat matahari yang membuat cerah, kadang terdapat hujan yang membuatnya basah, dan kadang terdapat rembulan yang menerangi gelap.
Kau tahu aku ini apa?
Aku adalah makhluk yang tinggal di bumi itu, yang harus selalu menyesuaikan diri dengan udaramu, hingga harus tahu caranya bertahan dalam cuaca apapun, untukmu.
//
Ada sebuah kisah pahit di setiap perjalanan panjang cerita cinta yang manis.
Aku tahu itu, hanya saja mungkin belum bisa menerimanya.
Ketika aku sadar, bahwa ada seseorang lain yang hatinya sedang di jaga olehmu.
Aku tahu diri, itu berarti bukan hanya aku yang mengisi ruang kecil di hatimu
Kita telah terikat, oleh sebuah pegangan yang erat dan kamu sendiri yang mengikatnya.
Tapi, cinta adalah ikhlas menerima, ikhlas mencintai, dan bahkan tetap bertahan meski merasa di permainkan.
Bukan soal aku yang "tidak mempercayaimu", tapi ini tentang hati yang tidak bisa kamu cegah untuk terluka begitu saja.
Aku pernah merasakan luka yang bahkan jauh lebih perih sebelum ini, tapi kamu menutupnya, dan sekarang aku sadar bahwa lukaku belum sepenuhnya sembuh, kamu hanya menutupnya dan bukan mengobatinya.
Jarak, cinta dan waktu tentang kita yang selalu membuatku takut untuk kehilanganmu.
.
.
Pengantar tidur malam duapuluhenam di bulan agustus.~
Comments
Post a Comment