Separuh tentang logika dan hati

Rupanya, logika telah bersahabat dengan semesta malam yang cukup bising, sekarang.
Kau tahu mengapa?
Setiap manusia memerlukan waktu untuk dirinya berpikir.
Ada segenggam harapan yang telah direncanakan otak sejalan dengan logika untuk mengukur sejauh mana harapan itu akan sampai.
Ada secercah mimpi yang ditangguhkan, bahkan setelah gagal. Karena kesuksesan itu bermula dari kegagalan yang tidak pernah menyerah.

Tak apa gagal, asal tidak menyerah, lalu kau tinggal menikmati kesuksesannya.

Sejalan dengan logika, ada rasa yang tertinggal di dalam sini. Bukan tentang siapapun, hanya apapun.
Hati menuntun untuk tetap tinggal, logika bersikeras menyuruh pergi karena tahu bahwa tidak akan pernah sampai.
Pilihan yang sulit bukan?
Seringkali berpikir bahwa logika akan lebih berpeluang membuat segala sesuatu berjalan lebih baik. Apakah iya?
Hati adalah sebuah perasaan dimana terdapat kesimpulan dari proses berpikir hingga memberi ruang untuk logika menyeimbangi hingga hati akhirnya dapat berbicara, untuk menentukan pilihan.

Pilihan itu menyulitkan. Betulkah?
Hidup ini mudah, hanya manusia nya yang membuat sulit.
Hidup ini murah, hanya manusia nya yang membuat mahal.
Sabar itu indah, hanya manusia nya yang terkadang membatasinya.

Persulit dirimu sendiri saat ini,untuk mendapatkan kemudahan di waktu yang lain.
Percayalah, semua akan berakhir indah, jika belum indah berarti belum berakhir.


Dini hari dua tujuh november~

Comments

Popular posts from this blog

Jetcoaster 'Hidup'

Sebelum usia 23

Semesta Untuk Jingga