Berada Di Tengah Keluarga Yang Lain
Kebahagiaan pertama di dua ribu tujuh belas.
Rindu..
Saat masa kecil dahulu.
Hari ini, hari kedua pertama di tahun dua ribu tujuh belas, masih di bumi yang sama.
Kebahagiaan itu terpancar, aku berada di tengah-tengah keluarga yang lain.
Hangat, sungguh. Kebersamaan yang tiada duanya.
Aku mencoba melakukan kesalahan, dengan membandingkan keluargaku yang sebenarnya.
Jauh berbeda, dari ketika yang aku dapat pada kebahagiaan di hari ini.
Aku tahu, kebahagiaan tidak selalu tentang uang.
Tapi disini, aku tahu dan merasakan bahwa uang benar-benar bisa membuatku senang berada di tengah-tengah keluarga yang lain.
Anakmu, hanya merindukan sebuah kebersamaan.
Apakah salahku? Berharap mendapatkan kasih sayang yang lain dari keluarga yang baru?
Rumah bukan tempat kembali.
Kini, aku telah menemukan sebuah tempat persinggahan yang indah.
Tempat itu, keluarga kekasihku.
Aku tahu, aku salah karena telah merasa iri dengan kehangatan di tengah keluarga mereka.
Aku ada disitu, aku merasakan semua kehangatannya. Hanya saja, aku tidak begitu merasa senang.
Kenapa?
Karena aku berpikir mengapa aku tidak dapat merasakan kehangatan itu di tengah keluargaku sendiri?
Setiap keluarga memiliki caranya masing-masing atas perihal melepas rindu.
Sekali lagi, rumah bukanlah tempat kembali bagiku.
Aku tahu, aku telah membuat hati orang tua ku tergores dengan mengatakan bahwa aku bahagia ketika di tengah keluarga yang lain.
Aku hanyalah aku.
Terima kasih mah, pah.
Aku tetap mencintaimu.
Rindu..
Saat masa kecil dahulu.
Hari ini, hari kedua pertama di tahun dua ribu tujuh belas, masih di bumi yang sama.
Kebahagiaan itu terpancar, aku berada di tengah-tengah keluarga yang lain.
Hangat, sungguh. Kebersamaan yang tiada duanya.
Aku mencoba melakukan kesalahan, dengan membandingkan keluargaku yang sebenarnya.
Jauh berbeda, dari ketika yang aku dapat pada kebahagiaan di hari ini.
Aku tahu, kebahagiaan tidak selalu tentang uang.
Tapi disini, aku tahu dan merasakan bahwa uang benar-benar bisa membuatku senang berada di tengah-tengah keluarga yang lain.
Anakmu, hanya merindukan sebuah kebersamaan.
Apakah salahku? Berharap mendapatkan kasih sayang yang lain dari keluarga yang baru?
Rumah bukan tempat kembali.
Kini, aku telah menemukan sebuah tempat persinggahan yang indah.
Tempat itu, keluarga kekasihku.
Aku tahu, aku salah karena telah merasa iri dengan kehangatan di tengah keluarga mereka.
Aku ada disitu, aku merasakan semua kehangatannya. Hanya saja, aku tidak begitu merasa senang.
Kenapa?
Karena aku berpikir mengapa aku tidak dapat merasakan kehangatan itu di tengah keluargaku sendiri?
Setiap keluarga memiliki caranya masing-masing atas perihal melepas rindu.
Sekali lagi, rumah bukanlah tempat kembali bagiku.
Aku tahu, aku telah membuat hati orang tua ku tergores dengan mengatakan bahwa aku bahagia ketika di tengah keluarga yang lain.
Aku hanyalah aku.
Terima kasih mah, pah.
Aku tetap mencintaimu.
Comments
Post a Comment