Yang Lalu atau Yang Baru?

Bahagia bersama orang baru atau dengan orang lama yang membosankan?

Pertanyaan yang tidak perlu dijawab.

Manusia pada hakikatnya tidak akan pernah merasa puas atas pencapaian yang telah dimilikinya. See?
Saat seseorang masih sendiri (jomblo) dia akan merasa hidupnya paling terpojokan diseluruh dunia. *wah..
Dia bakal nyoba buat tampil semenarik mungkin untuk membuat peluang mendapatkan lirikan dari lawan jenis di depannya. Kadang tebar pesona yang berlebihan malah bikin lawan jenis ilfeel atau bahkan lari jauh menghindar.
Dia coba cara lain, menjadi dirinya sendiri, karena katanya : “kalo dia cinta ama lo, dia bakal terima lo apa adanya”. Yakin? Masih percaya sama kata-kata begitu?
Dia mulai didekati oleh lawan jenis yang menurutnya bukan tipenya banget. Tapi tetap dia pacarin dengan alasan “biar gue ga disebut jomblo terus”. Jadi situ pacaran Cuma untuk sekedar merubah status? Bukan untuk berhenti mencari? Tapi untuk mengisi kekosongan hati? *hellow
Beberapa waktu terlewati, mereka masih jadian !
Kali ini, mulai ada obrolan “lagi sayang-sayangnya nih !”.
Katanya, cinta itu terima apa adanya, tapi lawan jenisnya melakukan kesalahan bukannya di perbaiki malah makin dirusak.
Dia mulai merasa bosan sama apa yang mereka lewati bersama-sama. Katanya “lo nyebelin, lo tukang ngatur, lo ngga ngertiin mau gue”. Please kemaren-kemaren kemana ajaa.
Waktu berselang, si dia punya gebetan baru lagi.
Dia mulai mengabaikan pacarnya, lebih seneng chatting sama orang baru yang katanya lebih asik. “dia ngertiin gue banget, pinter cari bahan obrolan, dia juga care banget sama gue”. Oh iya, itu sih Cuma karena lo lagi bosen aja.
Dia mulai baper, gebetan barunya pergi ninggalin.
Dia mulai perhatian lagi sama pacarnya, pacarnya udah tau, mereka ribut, pacarnya minta putus.

Jadi, mana yang lebih baik?
Bertemu dengan orang baru, atau bertahan dalam zona bosan bersama orang lama?

Hidup itu pilihan, tapi hati bukanlah untuk dipilih.
Bisa saja, orang yang saat ini bersamamu adalah yang terbaik. Untuk itu, jangan pernah ragu dan mencari yang lebih baik lagi. Karena jika kamu lanjut berjalan, maka tidak akan ada lagi kesempatan untukmu berputar arah atau bahkan menengok lagi.


Comments

Popular posts from this blog

Jetcoaster 'Hidup'

Sebelum usia 23

Semesta Untuk Jingga