Karena Itu Kamu
Teruntuk, kesenangan-ku.
Pertama-tama izinkan aku mengucapkan banyak terima kasih.
Atas hal-hal yang telah ada,
Atas hal-hal yang telah terlewati,
Mungkin juga,
Atas hal-hal yang masih kau rencanakan.
Rasanya, aku baru saja mengubur sepiku kemarin.
Tapi hari ini, aku merasa begitu tenang dalam dekapmu.
Rasanya, aku baru saja menutup luka yang pernah ada.
Tapi hari ini, denganmu aku merasa aku tak perlu kembali takut untuk memulai kembali.
Rasanya, aku baru saja berhenti mengingat yang lain.
Tapi hari ini, aku merasa begitu telah berlari jauh meninggalkan yang lalu.
Ntah karena memang rasa ku yang sudah kembali utuh untukmu, ntah hangat pelukmu terasa tenang yang membuat aman, atau memang rasa nyaman ini tidak pernah dapat terdefinisikan.
Aku percaya, karena itu kamu.
Hai kesenangan-ku.
Aku selalu tertawa ketika hanya mendengar nama mu.
Ntah berapa banyak senyum yang aku sembunyikan saat aku merasa begitu dibahagiakan olehmu.
Tetaplah begini, jangan menghilang.
Jangan membuat aku kembali menemukan patah pada hati.
Kamu cukup ada disini, membantu menyembuhkan luka yang di goreskan oleh yang lain, jangan menambah goresan itu.
Aku percaya, karena itu kamu.
Lalu, malam ini adalah kisah kita.
Aku selalu ingin mengingatnya, jangan membuat aku ingin begitu melupakannya karena kecewa yang berasal darimu.
Aku bersedia untuk selalu disini, selalu ada menemanimu, hingga pada saat-saat kamu begitu membutuhkan aku.
Aku percaya, karena itu kamu.
Pertama-tama izinkan aku mengucapkan banyak terima kasih.
Atas hal-hal yang telah ada,
Atas hal-hal yang telah terlewati,
Mungkin juga,
Atas hal-hal yang masih kau rencanakan.
Rasanya, aku baru saja mengubur sepiku kemarin.
Tapi hari ini, aku merasa begitu tenang dalam dekapmu.
Rasanya, aku baru saja menutup luka yang pernah ada.
Tapi hari ini, denganmu aku merasa aku tak perlu kembali takut untuk memulai kembali.
Rasanya, aku baru saja berhenti mengingat yang lain.
Tapi hari ini, aku merasa begitu telah berlari jauh meninggalkan yang lalu.
Ntah karena memang rasa ku yang sudah kembali utuh untukmu, ntah hangat pelukmu terasa tenang yang membuat aman, atau memang rasa nyaman ini tidak pernah dapat terdefinisikan.
Aku percaya, karena itu kamu.
Hai kesenangan-ku.
Aku selalu tertawa ketika hanya mendengar nama mu.
Ntah berapa banyak senyum yang aku sembunyikan saat aku merasa begitu dibahagiakan olehmu.
Tetaplah begini, jangan menghilang.
Jangan membuat aku kembali menemukan patah pada hati.
Kamu cukup ada disini, membantu menyembuhkan luka yang di goreskan oleh yang lain, jangan menambah goresan itu.
Aku percaya, karena itu kamu.
Lalu, malam ini adalah kisah kita.
Aku selalu ingin mengingatnya, jangan membuat aku ingin begitu melupakannya karena kecewa yang berasal darimu.
Aku bersedia untuk selalu disini, selalu ada menemanimu, hingga pada saat-saat kamu begitu membutuhkan aku.
Aku percaya, karena itu kamu.
Comments
Post a Comment