Perihal Waktu dan Masa Lalu


Boleh kunamakan ini tanpa judul?

Sebab begitu banyak yang ingin aku bagi disini.

Hari ini, aku berkali-kali mendapat kejutan kebahagiaan.
Ada yang membuatku tertawa tanpa henti,
Ada yang membuatku hanya senyum-senyum sendiri dalam hati,
Ada juga yang membuat aku begitu bahagia hingga rasanya ingin menangis.

//
Ku selipkan tawa
Diantara rasa seperti senja
Ku harap begini adanya
Tidak hanya sebentar saja

Sini, ku ajak kau tertawa
Menepis cerita yang pernah ada
Mari, kita tulis cerita bersama
Tanpa luka, tanpa duka
//

Aku ingin mengulang percakapan tentang kita,
Tentang sepasang hati yang memulai asa pada cinta.
Aku berada diantara bahagia tanpa luka, meski aku mengerti tidak selamanya bahagia itu tercipta. Akan ada suatu masa dimana duka akan mengajarkan betapa berharganya bahagia.


Begini saja, menjelaskan ‘aku mencintaimu’ tidak semudah ketika kamu mengucapnya berkali-kali pada setiap malam sebelum tidur. Ada hal-hal dimana perlakuan sederhana menciptakan definisi baru dari bahagia karena ‘aku mencintaimu’.
Sebenarnya, aku bukanlah seseorang yang menuntut untuk selalu menuruti semua ego perihal rasa. Aku tidak ingin terlibat cinta sendirian. Lalu, aku ingin mengajakmu mencari bahagia bersama-sama. Sebab, jika denganku kamu tidak bahagia, untuk apa cinta ada?

Kala itu, aku pernah sama-sama mencari bahagia. Mencari dimana letak cinta itu bekerja, apakah pada hati, pada ego, atau pada nafsu. Aku menemui ketiganya, aku menghabiskan waktu dengan berpaut pada asa yang salah. Denganmu, aku tidak ingin kembali mengulang kesalahan yang pernah ada. biar itu menjadi cerita sebagai pelengkap untuk mengajariku tentang sesuatu. Denganku, kamu hanya perlu merasa bebas. Tidak terbebani, tapi tetap mencintai. Terlebih, kamu harus bahagia—bersamaku.

Malam ini, menjadi kebahagiaan yang tidak pernah aku dapatkan dari yang lain. Biar saja, mungkin orang-orang lain akan menganggapnya biasa. Tapi aku, menikmatinya dengan rasa yang lain—kebanggaan telah menjadi milikmu.

Ku beritahu, sepanjang perjalanan tadi aku menghitung banyaknya bintang yang menemani perjalanan kita. Kau tahu? Ada yang paling mencuri perhatianku, kala melihatnya aku seperti melihatmu. Tentu saja, kau ada di depanku. Tapi, lebih dari itu. Melihat bintang itu seperti melihat teduh tatapmu yang menenangkan, melihat bintang itu seperti berada dalam dekap pelukmu yang menghangatkan, dan melihat bintang itu seperti membuatku tersadar dari lamunan, bahwa ternyata kamu adalah layaknya rumah yang meski aku tinggal pergi kemanapun, tetap menjadi tujuan terakhir untuk pulang.

Aku mencari kesederhanaan pada rasa yang menggenapkan cinta. Sepertinya, aku telah menemukannya. Pada diri seseorang yang membuatku sepenuhnya lupa pada luka. mungkin, kamu memang bukanlah penghapus luka—hanya penawar luka, tapi denganmu aku memiliki sesuatu yang tidak pernah aku dapatkan dari yang lain; waktu.

Ada yang begitu bahagia ketika dibelikan apa yang diinginkan dengan mudah,
Ada yang begitu bahagia ketika mendapatkan apa yang diidamkan dengan mudah,
Ada yang begitu bahagia ketika dicintai dengan orang terkasih,
Ada yang begitu bahagia ketika merasa keberadaannya sangatlah diperlukan.
Tapi bagiku, aku terlalu bahagia ketika diberi sebuah kesempatan bernama; waktu.

Kebahagiaan yang lain mungkin bisa didapatkan dengan mudah, dengan dibeli, dan dengan usaha. Tapi tidak pernah ada kesempatan bahagia selain waktu.
Sederhana; waktu membuat aku begitu bahagia ketika dihabiskan dengan orang yang begitu aku sayangi.

Terima kasih, sayang. telah bersedia membagi sebuah hal yang tidak pernah bisa dibeli dengan apapun, tidak pernah bisa digantikan oleh apapun bernama; waktu.

//
Sebuah hal
Tanpa rasa
Penuh makna
Bernama waktu

Cerita, kisah, sedih, dan haru
Terukir dalam satu bingkai
Diatas sebuah perjalanan
Menyusuri lorong; waktu
//

Aku ingin menjelaskan beberapa hal yang mungkin terkadang membuat ragu akan kembali melabuhkan kepercayaan dengan utuh pada kamu. Bukan tentang rasa yang mengganggu, hanya saja ini berasal dari masa lalu.
Rasanya, seperti angin puting beliung yang meluluh lantahkan hati yang mudah patah sebab rapuh. Tapi, aku lalu tersadar bahwa angin itu akan terbang mengarah menuju tak terbatas. Ada banyak yang ingin kuceritakan disini, perihal masa lalu yang telah dipilih untuk ditinggalkan. Akankah kamu masih memiliki keinginan untuk kembali? Atau memang hanya aku tempat tujuanmu untuk melepas lelah, tenang sayang, aku akan selalu ada disini.

Menemani setiap perjalanan kita yang terasa melelahkan, tapi jika denganmu aku tetap merasa senang. Aku akan selalu ada disini, disaat kamu membutuhkan bahu untuk bersandar, atau dekap peluk yang membuat tenang, aku juga akan selalu ada disini untuk kembali menguatkan mu dengan menggenggam erat jari-jarimu agar kamu dengan segera mendapat keyakinan untuk memilih sebuah keputusan. Aku akan selalu disini, menjaga rasa percaya yang mungkin perlahan telah kamu bagi, aku menunggunya hingga utuh. Sebab, aku ingin kita bahagia bersama tanpa prasangka-prasangka ragu yang mengganggu.

Comments

Popular posts from this blog

Jetcoaster 'Hidup'

Sebelum usia 23

Semesta Untuk Jingga