Tentang Puisi


Sajak-sajak cinta yang ku tulis
Menepikan rindu yang tak jua tersampaikan
Biar aku yang teriris
Sebab kamu yang memegang belatinya bukan?

Rindu ini mengikis waktu
Bukan jarak
Padahal aku ingin bertemu
Bukan ingin sekedar mengelak

Aku bertanya cinta
Pada puing-puing kenangan kita
Bukan mengadu memeluk asa
Hanya saja aku ingin tahu kenapa?



Katanya, perempuan itu hari-harinya penuh rindu.
Perempuan itu penuh ragu.
Sehari bilang rindu, sehari seolah tak peduli, padahal ingin bertemu.
Sekalinya dihampiri, seolah tidak menerima tamu.

Ada yang harus disimpan sendirian untuk menjaga agar tetap baik-baik saja.

Katanya, perempuan itu tangguh.
Perempuan itu selalu kuat menunggu.
Nyatanya, tidak pernah ada yang sanggup menahan cemburu.
Sekalinya ditanya, seolah memendam rindu.

Beberapa hal harus sampai pada yang di tuju meski tidak mencoba memberi tahu.



Puisi itu hebat
Ia selalu mampu menyalurkan rinduku
Meski tidak pernah sampai pada yang dituju
Jariku tetap memegang pena menulis tentangmu

Tinta selalu baik
Ia tak pernah habis ketika aku ingin menulis
Aku hanya kasihan pada kertas
Ia bersedia ternoda untuk jutaan puisiku


Salahkah ku menuntut mesra,
Sebab ku merasa aman di dekatmu,
Kuingin selamanya,
Mungkin hingga kita tua,
Sampai jadi debu.

Comments

Popular posts from this blog

Jetcoaster 'Hidup'

Sebelum usia 23

Semesta Untuk Jingga