Sebatas 'Pernah'
Ada rindu yang tak pernah usai, layaknya harap yang tak kunjung berakhir. Padahal, sia-sia. Sebab, yang ditunggu tidak jua menemukan pertemuan, melainkan semakin menemukan kehilangan. Pernah ada, rindu yang sebatas ingin mendengar suara, hanya untuk sekedar menuntaskan sepi. Pernah ada juga, rindu yang sebatas ingin melihat senyum, hanya untuk sekedar mengenang bahwa ia pernah menjadi bagian dari itu. Pernah ada pula, rindu yang sebatas ingin mengirim pesan, hanya untuk memastikan bahwa meski tidak lagi sebagai yang di pedulikan, setidaknya masih dianggap ada. Pernah ada, semua tentang kenangan yang membekas dan tidak ingin hilang, membuat malam dihabiskan hanya untuk menangisi sebuah kenangan yang membawa nya pada kehilangan. Padahal, semua impian dan mimpi-mimpi telah sama-sama diperjuangkan, pernah saling menguatkan sebelum akhirnya saling diam. Bukan karena tak ada lagi peduli, hanya ingin menguji apakah tanpa perhatian, masih ada hati yang setia. Ternyata, salah....