Posts

Sebatas 'Pernah'

Ada rindu yang tak pernah usai, layaknya harap yang tak kunjung berakhir. Padahal, sia-sia. Sebab, yang ditunggu tidak jua menemukan pertemuan, melainkan semakin menemukan kehilangan. Pernah ada, rindu yang sebatas ingin mendengar suara, hanya untuk sekedar menuntaskan sepi. Pernah ada juga, rindu yang sebatas ingin melihat senyum, hanya untuk sekedar mengenang bahwa ia pernah menjadi bagian dari itu. Pernah ada pula, rindu yang sebatas ingin mengirim pesan, hanya untuk memastikan bahwa meski tidak lagi sebagai yang di pedulikan, setidaknya masih dianggap ada. Pernah ada, semua tentang kenangan yang membekas dan tidak ingin hilang, membuat malam dihabiskan hanya untuk menangisi sebuah kenangan yang membawa nya pada kehilangan. Padahal, semua impian dan mimpi-mimpi telah sama-sama diperjuangkan, pernah saling menguatkan sebelum akhirnya saling diam. Bukan karena tak ada lagi peduli, hanya ingin menguji apakah tanpa perhatian, masih ada hati yang setia. Ternyata, salah....

Surat Untuk Si Starla

Aku tidak tahu apakah ini cara yang tepat untuk menuliskan-nya. Tapi ada banyak hal yang ingin ku simpan sendiri tapi tidak bisa ku sembunyikan selamanya. Aku tidak tahu apakah ini bisa disebut cinta? Setiap hari kamu mengatakan-nya. Aku juga. Tapi aku tidak benar-benar paham apa ini benar bisa disebut cinta? Kadang, orang yang kita sukai bukanlah orang yang kita butuhkan. Atau sebaliknya, kadang orang yang kita butuhkan bukanlah orang yang kita sukai. Kau tahu? Diam-diam aku senang memperhatikan wajahmu. Aku melihat banyak makna disetiap lingkar wajah itu. Ada banyak lelah tergambar disana, tapi aku kembali baik-baik saja setelah melihat wajah itu tersenyum untuk-ku. Mata coklat yang tidak pernah kutemukan pada yang lain. Kamu bangga dengan itu bukan? Iya kamu benar, itu indah. Aku selalu merasa senang ketika melihatnya. Tapi aku tahu, bukan hanya aku yang sesungguhnya ada di mata itu, ada seseorang lain yang masih kau simpan dalam mata itu, aku tidak ingin tahu ...

Aku tidak merindumu !

Ah tidak, saya tidak sedang ingin merindu-nya. Biar ku tepis meski susah, aku payah dalam hal menyembunyikan luka. Pertemuan hari ini, biarlah cukup sampai disini. Aku harus mengubur dalam-dalam rasa yang pernah ada untukmu. Itu tidak mudah, aku tahu tapi aku harus kuat. Bertahan tidak membuat hatiku menjadi sembuh sempurna, akan ada luka yang mungkin akan kamu tambah hingga benar-benar tak bisa disembuhkan lagi. Tapi meninggalkanmu juga bukanlah sebuah pilihan yang aku ambil karena terbaik, ternyata melupakanmu tidak semudah itu, aku hanya berbicara aku mampu, tapi ternyata aku payah. Maaf jika aku masih sering merindu-mu. Kau tahu, tempat paling nyaman untukku adalah dalam pelukmu. Bahumu terlalu nyaman untukku berpindah mencari bahu lelaki lain, aku pasti akan merindukan-nya. Aku tahu, aku telah memutuskan pergi meninggalkanmu, aku hanya harus merelakanmu menemukan kebahagiaanmu yang baru-- tanpa aku. Selamat menikmati bahagiamu, meski bukan aku lagi yang berada didep...

Selamat Menikmati Ego-mu ( Tanpa Ada Aku Lagi)

Tentang siapa yang mencintai lebih dulu, atau siapa yang memutuskan untuk tidak mencintai lagi lebih dulu, kurasa itu bukanlah sebuah takdir. Tetapi tentang kehilangan. Aku lupa bagaimana caranya kamu berbicara kata cinta, sebab yang lebih sering kau bagi adalah luka. Dahulu, aku tidak pernah mengerti mengapa orang-orang bisa jatuh cinta berkali-kali pada satu orang yang sama, ternyata menyenangkan—pada awalnya. Namun, ketika kehilangan itu juga mematikan. Awal memang selalu lebih manis dari perjalanan menuju akhir. Aku benci kata akhir, sebab itu berarti akan selesai—atau akan ditinggalkan.  Beberapa hal yang selalu aku takuti tentang kehilangan adalah masa-masa yang akan kulalui kedepannya tanpa dia—dengan semua kenangannya. Hal paling sulit dari jatuh cinta adalah bahwa kita seharusnya sudah paham, ketika memulai memutuskan untuk mencintai, maka harus siap dengan resiko kehilangan. Memang rasa cinta bisa dibagi dengan orang yang berbeda pada waktu ...

Aku Sedang Merindumu

             Masa lalu itu bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilupakan. Terkadang tersimpan hal-hal baik yang mesti tetap diingat, bukan untuk dikenang hanya untuk sekedar paham bahwa ada arti dari sebuah kehilangan. Perjalanan itu tidak semestinya ingin terus seperti gula, manis. Bukankah perjalanan itu lebih terasa menyenangkan jika kita nyaman menjalaninya? Dalam kondisi apapun. Sebuah perjalanan pasti menghadirkan kisah panjang tak terlupakan, meski kadang ada hal yang tidak perlu diingat. Kisah hadir bukan untuk dikenang, melainkan untuk mengisi hari-hari agar tidak kosong.             Setiap manusia perlu berbenah untuk melanjutkan perjalanannya. Tidak akan ada bahagia jika tidak pernah merasakan pedihnya air mata. Kenangan ada untuk itu, untuk menjelaskan pada kita bahwa bahagia bukanlah sebuah kesenangan, tapi kepedihanlah yang menjadi sebuah arti bahwa tidak a...