Posts

Bahagia bersamaku, ya !

Bagaimana rasa nya? Apakah sama? Atau hanya aku sendirian berkalut rasa pada asa. Apapun itu, kunikmati setiap detik yang tergambar di depan mata. Aku mencintai setiap perjalanan bersama orang yang tepat. Denganmu, kurasa begitu tepat. Hanya saja, rasa kita sebatas bertemu di jembatan antar teman. Masing-masing dari kita belum berani menyebrangi arus sungai menuju tempat yang lain ; sebuah komitmen. Sebab, ada beberapa hal yang belum terselesaikan dengan baik. Ntah dengan masa lalu, atau masa depan yang belum berani untuk memulai pijakan. Aku mencintai rasa yang tak pernah habis walau ku tepis. Terkadang, rasa acuhmu mengganggu untuk membuat rindu mengelak, sebenarnya hanya aku saja yang belum siap terluka kembali untuk kepercayaan yang sama. Sebenarnya, bukan salahmu juga. Sebab yang mematahkan hati adalah dia yang telah pergi. Hanya saja, terkadang rasa ragu itu melewat mengetuk luka yang pernah digoreskan oleh yang lain, walaupun tetap saja aku tidak bisa menutupi ...

Rumah

Image
Tempat itu bernama Rumah. Dimana kisah-kisah yang tak hanya bahagia tercipta. Duka yang menghadirkan tawa karena kehangatan yang berada disana. Tawa yang menciptakan air mata karena kebersamaan yang mengikat kita. Rumah adalah tempat yang mengingatkan arti pulang. Tidak selalu berbentuk sebuah bangunan kokoh bertingkat dengan taman, terlebih air mancur atau ayunan yang mengingatkan masa kecil. Lebih dari itu, kenyamanan yang terlindungi. Kehangatan yang selalu tercipta disana, satu bahtera ; bahagia. Rumah adalah tempat berteduh dari segala gundah dan lara. Tidak bernyawa, tidak terlihat bentuknya, hanya kehangatan yang terasa bagi setiap insan yang selalu ingin pulang. Begitu sempitnya dunia jika Rumah hanya diartikan sebagai sebuah bangunan yang berdiri kokoh untuk melindungi dari panas dan hujan, begitu kecilnya pemikiran mengenai definisi Rumah jika hanya diartikan sebagai sebuah tempat dimana manusia-manusia yang bernyawa dan memiliki hati untuk saling menya...

Tentang Hujan, Dia, dan Cinta Yang Utuh

Katanya, setiap bahagia itu nyata ; pada cinta. Rupanya, itu hanya sekedar kata-kata.  Aku belum pernah merasakan kebahagiaan yang nyata dari cinta. Sebagian besar hanya kumiliki disaat-saat pertama. Setelahnya, aku kembali menemukan kehilangan. Lalu, apa lagi yang kutemui pada kehilangan ; cinta yang lain. Jujur saja, aku lebih menyukai menggunakan waktu-ku untuk menikmati hujan yang selalu turun meski ia tahu bagaimana rasanya jatuh berkali-kali, daripada aku harus menikmati setiap detik dengan memaksakan cinta yang tidak selalu kudapatkan dengan utuh. Aku penasaran, bagaimana cinta bekerja.     Sebenarnya yang selama ini kujalani bukanlah tetap dalam kesendirian? Cinta ada bukan untuk menguatkan, melainkan membuat luka baru pada perjalanannya. Detik demi detik kulalui dengan payah. Aku menghabiskan waktu dengan mencintai orang yang salah. Waktu tidak akan pernah tepat bagi siapapun yang tidak ingin memulai. Selama ini, aku hanya menghind...

Berteman Saja?

Kedua kalinya, atau akan ada kesekian kalinya lagi? Lagu milik Meghan Trainor dengan Just A Friend To You kubiarkan menemani setiap kata yang kurangkai disini. Lampu sengaja kumatikan, agar aku tidak terlihat menyedihkan saat menulis ini. Bagaimana rasanya kembali mencintai seseorang yang dahulu pernah begitu ingin dimiliki? Aku percaya, kesempatan itu masih tercipta untuk kita. Tapi, aku tidak menginginkan akhir yang sama. Bisa kita mengakhiri nya dengan sebuah komitmen untuk saling menjaga? Ataukah sulit ; mengutarakan (Aku juga). Tentang perjalanan kemarin. Aku akhirnya menyadari bahwa sebenarnya mungkin yang membuatmu tidak ingin memulai adalah tersirat pemikiran bahwa ; aku akan kembali memilih yang lain. Kali ini, ku beritahu. Aku ingin memilikimu. Hanya saja, aku melihat masih terlalu tebal rasa ragu dalam hatimu. Aku mungkin tidak sebaik mereka yang pernah mendampingimu. Aku bukanlah mereka yang memilikimu untuk menjadikanmu seperti yang mereka mau. Aku akan mener...

Dari aku ; yang masih mencintaimu

Ada sebuah hal yang dapat menenangkan setiap rasa duka, Ada sebuah hal yang akan benar-benar menentramkan hati yang penuh luka, Ada sebuah hal yang seharusnya mampu membuat cinta menjadi nyata, Sebuah pelukan hangat dari cinta yang dibalas. Beribu-ribu rindu mungkin membutuhkan waktu yang lama untuk sampai jika dirasa sendirian. Tapi, ketika dua hati saling berpaut rindu maka dalam sekejap saja, pertemuan itu akan terlaksana. Meski jauh dalam masalah jarak, tidak akan lagi berarti saat hati bertemu kepastian yang mengikat. Mencintai adalah siap menemukan apapun dan menerima apapun tentang luka, juga duka. Aku siap. Mungkin saja kamu yang tidak. Aku yang masih saja berjuang sendirian untuk mendapat kepastian. Sejak dulu, waktu tidak pernah ada yang tepat bagi kita. Padahal, menurutku waktu tidak akan pernah tepat bagi mereka yang tidak mencoba memulai. Lalu, aku harus menyalahkan siapa? Waktu yang salah, cinta yang salah, atau kamu yang tidak berani membuat komitmen d...

Tentang Malang Kala Itu..

Tulisan pertama di Tahun ini. Di Tahun 2018 masih dengan mengenai kenangan di Tahun 2017. Ini tentang sebuah perjalanan. Aku rindu, menemuinya. Malang. Sebuah kisah terukir disana. Dahulu, sebelum memutuskan untuk pergi mengunjungi berbagai apel disana, ada seseorang yang menangisi kepergianku. Ia membuatku berjanji bahwa aku akan pulang dengan baik-baik saja seperti saat aku pamit untuk menjauhinya. Aku menepati janjiku kala itu. Aku pulang dengan baik dan kembali ke rumahku sebagai tempatku pulang, pelukmu. Malang. Menghadirkan cerita bahagia. Sebuah perjalanan menemukan cerita menarik dalam setiap detik disana. Setiap harinya, disuguhkan dengan tentram nya suasana dalam perumahan pinggir kota yang masih sejuk hingga sempat terpikirkan tidak ingin pulang, bukan tidak ingin menemuimu, aku hanya ingin disana. Mengajakmu, dan tinggal bersamamu. Kenyataannya, akhir dari perjalanan ke malang adalah duka. Tersirat kabar bahwa sanak saudara di panggil Tuhan. Dengan ber...

Diam Dendam

Diam adalah berkata dalam diri. Dendam adalah sikap tertanam dalam diri. Diam-diam mendendam, akankah baik? Ada sebuah cerita cinta yang bahagia, meski berakhir luka. Bukan cinta diantara mereka yang mati, melainkan manusia yang berada di lingkungan mereka yang terbunuh. Hati manusia sudah mati, bahkan sebelum membuat manusia lain mati. Ragamu masih ada, cintamu sudah habis, dengan itu hatimu berarti tiada lagi rasa. Siapa yang mampu bersuara? Akankah keadilan hanya akan mengadili sebelah pihak? Atau keduanya tidak menikmati rasa adil. Banyak hati baik yang menjadi tidak baik, oleh apa? Hati manusia yang telah mati. Bersuara tidak akan membuatnya kembali baik. Diam juga bukanlah alasan paling tepat untuk menjadi baik. Ada dendam dalam diam. Ada kecewa dalam diam. Ada harap dalam diam Ada rencana dalam diam. Jika manusia hidup untuk mati, mengapa harus mendahului takdir tuhan? Bukankah setiap manusia akan tiba pada giliran-nya? Hati-hati dengan menjadi baik,...

Sebatas 'Pernah'

Ada rindu yang tak pernah usai, layaknya harap yang tak kunjung berakhir. Padahal, sia-sia. Sebab, yang ditunggu tidak jua menemukan pertemuan, melainkan semakin menemukan kehilangan. Pernah ada, rindu yang sebatas ingin mendengar suara, hanya untuk sekedar menuntaskan sepi. Pernah ada juga, rindu yang sebatas ingin melihat senyum, hanya untuk sekedar mengenang bahwa ia pernah menjadi bagian dari itu. Pernah ada pula, rindu yang sebatas ingin mengirim pesan, hanya untuk memastikan bahwa meski tidak lagi sebagai yang di pedulikan, setidaknya masih dianggap ada. Pernah ada, semua tentang kenangan yang membekas dan tidak ingin hilang, membuat malam dihabiskan hanya untuk menangisi sebuah kenangan yang membawa nya pada kehilangan. Padahal, semua impian dan mimpi-mimpi telah sama-sama diperjuangkan, pernah saling menguatkan sebelum akhirnya saling diam. Bukan karena tak ada lagi peduli, hanya ingin menguji apakah tanpa perhatian, masih ada hati yang setia. Ternyata, salah....

Surat Untuk Si Starla

Aku tidak tahu apakah ini cara yang tepat untuk menuliskan-nya. Tapi ada banyak hal yang ingin ku simpan sendiri tapi tidak bisa ku sembunyikan selamanya. Aku tidak tahu apakah ini bisa disebut cinta? Setiap hari kamu mengatakan-nya. Aku juga. Tapi aku tidak benar-benar paham apa ini benar bisa disebut cinta? Kadang, orang yang kita sukai bukanlah orang yang kita butuhkan. Atau sebaliknya, kadang orang yang kita butuhkan bukanlah orang yang kita sukai. Kau tahu? Diam-diam aku senang memperhatikan wajahmu. Aku melihat banyak makna disetiap lingkar wajah itu. Ada banyak lelah tergambar disana, tapi aku kembali baik-baik saja setelah melihat wajah itu tersenyum untuk-ku. Mata coklat yang tidak pernah kutemukan pada yang lain. Kamu bangga dengan itu bukan? Iya kamu benar, itu indah. Aku selalu merasa senang ketika melihatnya. Tapi aku tahu, bukan hanya aku yang sesungguhnya ada di mata itu, ada seseorang lain yang masih kau simpan dalam mata itu, aku tidak ingin tahu ...