Posts

Separuh tentang logika dan hati

Rupanya, logika telah bersahabat dengan semesta malam yang cukup bising, sekarang. Kau tahu mengapa? Setiap manusia memerlukan waktu untuk dirinya berpikir. Ada segenggam harapan yang telah direncanakan otak sejalan dengan logika untuk mengukur sejauh mana harapan itu akan sampai. Ada secercah mimpi yang ditangguhkan, bahkan setelah gagal. Karena kesuksesan itu bermula dari kegagalan yang tidak pernah menyerah. Tak apa gagal, asal tidak menyerah, lalu kau tinggal menikmati kesuksesannya. Sejalan dengan logika, ada rasa yang tertinggal di dalam sini. Bukan tentang siapapun, hanya apapun. Hati menuntun untuk tetap tinggal, logika bersikeras menyuruh pergi karena tahu bahwa tidak akan pernah sampai. Pilihan yang sulit bukan? Seringkali berpikir bahwa logika akan lebih berpeluang membuat segala sesuatu berjalan lebih baik. Apakah iya? Hati adalah sebuah perasaan dimana terdapat kesimpulan dari proses berpikir hingga memberi ruang untuk logika menyeimbangi hingga hati akhirnya d...

Rumah bukan tempat kembali (lagi, dan lagi)

Sulit ngga sih? Ketika kita dihadapkan dengan situasi yang sifatnya terbalik. Mau berlaku apa jadinya susah, mau bela yang ini takut yang lain merasa di asingkan. Dalam keluarga, masalah itu selalu ada. Tergantung bagaimana menyikapinya, masalah akan selesai bergantung pada sudut pandang mata kita menilai suatu hal. Ini bukan hal yang asing lagi dirumah ini. Bukan pertengkaran seperti yang bias disaksikan di sinetron-sinetron indonesia yang tidak ada habisnya. Tapi, ini tuhan yang menulis skenarionya. Tahukah? Bahwa puncak dari amarah yang sesungguhnya adalah bukan meneriaki atau berbicara dengan nada setinggi mungkin, melainkan bibir yang tak lagi mampu berucap. Hati yang terluka parah. Satu-satunya yang paling mudah terlihat adalah air mata. "Papa jahat malam ini, papa membuat mama menangis". Rasanya ingin aku berkata selantang mungkin di depan papa. Dunia yang sudah berbalik atau memang kehidupan yang berputar? Mereka sama-sama ingin mengunggulkan diri, meni...

Kunamakan ini apa?

Ada tidak yang paling indah dari sekedar pertemuan tanpa perpisahan? Bertemu itu menjadi awal bagi kita memulai segala hal, tapi kita harus tahu bahwa setiap awal pasti menuju akhir. Ntah bahagia, atau berakhir tragis. Cerita kita dimulai dari pertemuan pertama. Mata yang saling menatap untuk saling meneduhkan. Indah, hanya itu yang kutahu. Kita hanya bertemu satu kali, diantara hiruk pikuk lingkungan kampus. Mahasiswa yang datang dan pergi, ada yang niat belajar, ada juga yang hanya sekedar menjalankan amanat orang tua. Kau tahu, kampus adalah tempat yang paling indah sejak aku mengenalmu. Karna disana, aku dapat menyaksikan sepasang mata-mu. Tidak ada yang tahu, bahwa dengan tidak sadar kita selalu bertemu, tapi baru kali ini aku bisa menikmati mata indahmu. Lalu, kunamakan ini apa? Kita bahkan tidak sempat berkenalan. Aku hanya melewati, dan kamu pergi begitu saja. Seolah merasa tidak bersalah telah membuat jantungku berdebar lebih cepat. Banyak yang kunikmati senyum...

Pelabuhan harapan misterius #1

"Senyum kamu itu candu untukku". Ucapnya dengan mata berbinar. "Lalu?" Tanyaku hati-hati. "Jangan tersenyum pada yang lain, selain aku ya". Dia kembali tersenyum. Aku memalingkan muka, mencoba menutupi semburat merah muda yang mungkin telah merona di pipiku. Dia selalu begitu, selalu bisa membuat senang. Dia tidak pernah tahu, bahwa ada seseorang lain yang hatinya sedang dijaga olehku, tidak hanya dia. // "I love you itu apa artinya?". Tanyanya dengan mata berbinar. "Aku.. cinta kamu"Jawabku hati-hati. Dia tersenyum, lalu melanjutkan ucapannya "aku juga". Dia baru kali ini begitu, aku terpukau sejenak. Dia tidak pernah tahu, bahwa gurauannya itu merubah semua pandanganku tentangnya. Kali ini, aku baru menyadari bahwa satu kali seseorang membuatmu bahagia, ia akan melupakan semua kepedihan yang seseorang itu pernah ciptakan, dahulu. // Jangan mencariku, jika bahkan kau hanya membutuhkan teman untuk meramaikan...

Cinta Datang Terlambat

Masa lalu yg belum selesai akan selalu mencari jalan kembali. Ntah itu cinta.. atau benci. Kali ini, tentang cinta yang belum usai. “Berjuta bintang terindah namun hanya kamu yang paling bersinar dihatiku, kembalilah kepadaku” Ternyata, rasa itu masih ada. Aku masih saja seperti dahulu, mudah mencintai, tapi sulit melupakan. Rindu itu masih disini, tertinggal jauh kebelakang. Tertutup cinta yang palsu. Aku tahu, ini salah. Bahwa aku masih mencintaimu ketika aku masih menjadi milik seseorang lain. Bukan aku yang mau, karena kita tidak akan pernah tahu kepada siapa hati akan berlabuh. Dan, hati ini memilihmu. Kau tahu? Paling sulit adalah mencintai tapi palsu. Tapi lebih sakit adalah menahan rindu. Selalu begitu, aku begitu sulit pergi. Tapi tidak bisa tetap tinggal. Jadi apa pilihannya? Cinta selalu rumit, bagai phytagoras. Menjadi teman, akankah cukup untukku? Kurasa tidak. Aku terlalu merasa bahwa aku ingin memilikimu. Disini, yang rumit bukan hanya perihal te...

Sebuah penguraian benang kusut kehidupan ( akhir dari sebuah pelayaran?)

Dalam hidup,  kita tidak pernah tahu akan seperti apa akhirnya. Perjalanan sebuah kehidupan yang bahkan untuk menjalaninya saja kita butuh pemikiran yang matang untuk mengambil sebuah keputusan, pada pilihan. Tidak selamanya yang tersenyun itu selalu bahagia. Ada hal-hal dimana seseorang punya caranya sendiri untuk menutupi masalahnya. Hidup hanyalah tentang proses berfikir, proses memilih, dan proses bertahan pada pilihan tersebut. Kita diciptakan bukan untuk menangisi kepergian, tapi menahan agar selalu dapat bersama-sama. Ada sebuah cerita, tentang gadis kecil yang selalu menyimpan semua masalahnya sendirian. Dia bukan tidak ingin orang lain mengetahui masalah hidupnya, tapi ia hanya tidak tahu caranya bercerita untuk hanya berbagi kisah hidup maupun masalah yang di hadapinya. Banyak senyum palsu yang ia tampilkan hanya untuk terlihat bahagia. Bukan itu, dia hanya tidak ingin orang lain peduli, dia hanya ingin sendiri, menyimpan sendiri, lalu melupakannya sendiri. Karen...

Teruntuk Captain Pencuri Hati

Menurutmu apa yang paling istimewa dari sebuah perjalanan? Ditemani. Dengan siapa? Yang menyayangiku. Kenapa bukan dengan yang mencintaimu? Karena sayang itu menjaga, sedangkan cinta itu terlebih karena nafsu, aku lebih membutuhkan seseorang yang bisa menjagaku daripada mencintaiku sepanjang perjalanan ini. Cinta itu egois. Ia hadir tanpa diminta, bahkan tidak peduli seberapa ia datang di waktu yang salah. Kita teman, sebatas teman dengan satu sisi yang menyimpan rasa lebih. (Read: aku) Kita tidak memiliki kenangan panjang yang indah, tapi aku tetap mengingatmu, bahkan bahagia untuk hanya sekedar mengingatnya kembali. Ada banyak hal yang pernah dilalui dalam hidup ini, termasuk tentangmu. Aku tahu, aku telah melakukan kesalahan karena mencintaimu. Bukan cinta yang salah, hanya saja waktu yang tidak pernah tepat untuk kita. Aku mencintaimu tanpa menghiraukan perihal aku yang telah dimiliki oleh orang lain. Lalu aku bisa apa? Cinta itu begitu misterius. Aku bahkan ti...

Hujan, september, dan kamu yang kembali (lagi)

Hujan selalu memiliki arti. Kali ini, ia turun bersama cerita indah itu. Tentangmu, lagi. Bertemu orang baru memang tidak selalu berarti berhasil melupakan orang lama, yang pernah terkasih maksudnya. Dua hal yang berbeda, antara seseorang yang masih berusaha untuk dilupakan, atau seseorang yang sudah benar-benar terlupakan. Dia, yang pertama sepertinya sudah jauh hilang sejak saat pemberhentian itu terjadi. Dan dia yang kedua, sempat ku fikir telah hilang.. Ternyata, aku belum sepenuhnya pergi. Masih menetap dalam satu kisah yang belum usai. Aku bahagia, saat bersamamu, dahulu sebelum aku memutuskan untuk memilih memilikinya. Jauh sangat merasa bahagia hingga kini, meski dengannya aku tahu bahwa aku memiliki satu tujuan bersama, sedangkan denganmu, aku bahkan tidak pernah tahu apa kamu jatuh hati padaku atau bahkan pada yang lain. Kini, aku mengerti bahwa aku belum sepenuhnya berhenti. Aku hanya membutuhkan waktu untuk mencoba pergi lalu melupakan. Hingga akhirnya kau dat...

Tentang Rindu yang Tak pernah Usai

Ada sebuah cerita, tentang rindu yang tak beralasan, tentang cerita cinta yang tak pernah usai, dan tentang dia yang tak pernah bisa dilupakan. Setahun lalu, rasanya kita masih menikmati keindahan itu, tapi sekarang mungkin sudah sama-sama berusaha saling melupakan. Apa yang salah dari sebuah cinta sejati? Bukan tentang waktu yang tidak pernah tepat bagi kita, bukan juga soal takdir yang tidak menuntun kita untuk bersama, tapi.. sebuah pilihan. Terkadang, rindu itu ialah sebuah rasa yang muncul karena jarak, perbedaan, dan kecanggungan dalam menghadapi situasi. Rindu itu bukan jahat, ia hanya ingin mengetahui bagaimana cara cinta bekerja. Ada hal di dunia ini, dimana seberapa besar dan kuat kita untuk mencoba meraihnya, hal itu tidak akan pernah bisa kita dapatkan, kenapa? Karena tuhan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan mengenai apa yang kita mau. Omong kosong. Semua cinta akan berakhir indah. Kata siapa? Kalo begitu, cerita ini belum selesai. Kenapa? Karena be...

Tentang Orang Ketiga

Kau putih, bagai awan. Bagai kapas yang mudah terbang tertiup angin. Mudah lepas, tidak terikat bahkan pada langit sekalipun. Awan bisa juga menghitam, ketika hujan yang membuatmu pekat, gelap, hilang. Kau itu layaknya bumi, Kadang terdapat matahari yang membuat cerah, kadang terdapat hujan yang membuatnya basah, dan kadang terdapat rembulan yang menerangi gelap. Kau tahu aku ini apa? Aku adalah makhluk yang tinggal di bumi itu, yang harus selalu menyesuaikan diri dengan udaramu, hingga harus tahu caranya bertahan dalam cuaca apapun, untukmu. // Ada sebuah kisah pahit di setiap perjalanan panjang cerita cinta yang manis. Aku tahu itu, hanya saja mungkin belum bisa menerimanya. Ketika aku sadar, bahwa ada seseorang lain yang hatinya sedang di jaga olehmu. Aku tahu diri, itu berarti bukan hanya aku yang mengisi ruang kecil di hatimu Kita telah terikat, oleh sebuah pegangan yang erat dan kamu sendiri yang mengikatnya. Tapi, cinta adalah ikhlas menerima, ikhlas mencinta...